RADAR PALU – Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Sulawesi Tengah terus memperkuat komitmennya dalam mendorong perlindungan kekayaan intelektual (KI), khususnya di sektor seni dan ekonomi kreatif.
Hal ini terlihat dari kehadiran Bidang Pelayanan KI dalam kegiatan Memorabilia Hasan M Bahasyuan yang digelar dalam bentuk pameran dokumentasi dan arsip di Kafe Raego, Kota Palu, Kamis malam (2/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang apresiasi terhadap perjalanan karya salah satu tokoh seniman Sulawesi Tengah, sekaligus momentum refleksi pentingnya pelestarian karya seni sebagai bagian dari aset intelektual daerah.
Sejumlah tokoh penting turut hadir, termasuk Gubernur Sulawesi Tengah ke-11, Rusdi Mastura, bersama jajaran pejabat daerah lainnya.
Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis mengemuka. Mulai dari penguatan seni berbasis kearifan lokal, kolaborasi antara seniman dan musisi, hingga kebutuhan membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Baca Juga: Siswa PKBM An-Nahl unjuk Karya dan Bakat Seni di An-Nahl Days
Para peserta menilai, sektor seni tidak lagi sekadar ruang ekspresi, tetapi telah menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Keikutsertaan Kanwil Kemenkum Sulteng menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir dalam memberikan perlindungan hukum terhadap karya seni dan budaya.
Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mengedukasi pelaku seni mengenai pentingnya pencatatan dan perlindungan kekayaan intelektual.
Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, menegaskan bahwa karya seni memiliki nilai strategis, baik dari sisi budaya maupun ekonomi.
Baca Juga: An-Nahl Days, Pentas Seni dan Karya Siswa PKBM An-Nahl
“Karya seni adalah bagian dari kekayaan intelektual yang harus dilindungi dan dikelola secara baik. Melalui perlindungan KI, seniman tidak hanya mendapat pengakuan, tetapi juga peluang meningkatkan nilai ekonomi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya siap menghadirkan berbagai program untuk memperkuat ekosistem seni kreatif. Mulai dari fasilitasi pendaftaran KI, edukasi, hingga kolaborasi lintas sektor.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi frekuensi maupun skala pelaksanaan.
Selain itu, diperlukan skema ekonomi yang mampu mendukung keberlanjutan dunia seni, sehingga pelaku seni dapat berkembang secara profesional dan mandiri.
Sinergi antara pemerintah, pelaku seni, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar ekosistem seni kreatif di Sulawesi Tengah semakin kuat, inovatif, dan berdaya saing.***
Editor : Muhammad Awaludin