Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Jembatan Lembobelala Dorong Ekonomi Pertanian Warga Morowali Utara

Ilham Nusi • Jumat, 3 April 2026 | 15:36 WIB
JEMBATAN: Bupati Morut, Delis Julkarson Hehi, meresmikan Jembatan Lembobelala senilai Rp12 miliar di Kecamatan Lembo Raya, Kamis (2/4/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
JEMBATAN: Bupati Morut, Delis Julkarson Hehi, meresmikan Jembatan Lembobelala senilai Rp12 miliar di Kecamatan Lembo Raya, Kamis (2/4/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

RADAR PALU - Jembatan Lembobelala di Desa Lembobelala, Kecamatan Lembo Raya, Kabupaten Morowali Utara (Morut) resmi beroperasi setelah diresmikan Bupati Delis Julkarson Hehi, Kamis (2/4/2026).

Peresmian jembatan Lembobelala ditandai dengan pengguntingan pita dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur masyarakat.

Infrastruktur strategis ini langsung mendorong konektivitas dan memperkuat ekonomi pertanian masyarakat setempat.

Baca Juga: Pemkab Morut Percepat Penanganan Kemiskinan dan Stunting Lewat BPJS Ketenagakerjaan

Jembatan Lembo-Tamba dibangun selama dua tahap di 2024 dan 2025 menggunakan dana APBD Morut sebesar Rp12 miliar. Jembatan ini memiliki panjang 61 meter dan lebar 5 meter.

Keberadaan jembatan ini sangat vital karena menghubungkan Dusun I dan Dusun II di Desa Lembobelala. Selain itu, jembatan ini menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian warga.

"Jembatan ini dirancang sejak 2024 saat kondisi ekonomi masih stabil. Ini juga menjadi jembatan dengan biaya terbesar yang dibiayai APBD Morut," jelas Bupati Delis.

Baca Juga: Proyek Kantor Kejari Morut Hampir Rampung, Tapi Dikejar Waktu dan Denda

Ia menyebut pembangunan jembatan Lembobelala bertujuan memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat. Terutama di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung warga.

Delis mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan produktif guna menghadapi tantangan ekonomi global.

"Manfaatkan lahan yang ada. Tanam durian, cokelat, padi, jagung, dan komoditas lainnya," tegasnya.

Baca Juga: Korupsi Lampu Jalan Rp1,5 Miliar di Morut, Penyidik Tetapkan Tersangka Baru

Dalam kesempatan itu, Delis juga mengungkapkan tekanan fiskal yang dihadapi daerah.

Dia bilang, dana bagi hasil (DBH) sebesar Rp118 miliar dari pemerintah pusat belum ditransfer.

Selain itu, alokasi anggaran pusat yang semula Rp1,7 triliun mengalami pemangkasan hingga Rp600 miliar.

Baca Juga: Bupati Morut Minta Warga Tahan Diri Soal Sengketa Lahan PT ANA

"Dengan kondisi ini, kami prioritaskan APBD untuk kebutuhan langsung masyarakat seperti BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, beasiswa, PPPK, dan TPP pegawai," ujarnya.

Kepala Desa Lembobelala Johnson Tagoe menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan permanen tersebut.

Sebelumnya, warga harus membangun jembatan darurat di atas Sungai Tambalako untuk menunjang aktivitas harian.

Baca Juga: Pidana Kerja Sosial Jadi Solusi Humanis, Wabup Morut Terima Audiensi Bapas Luwuk

"Kami bersyukur. Sekarang desa kami tidak lagi terpencil dan akses utama sudah terbuka," katanya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Morut yang juga anggota DPD RI Febriyanthi Hongkiriwang mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan di tengah tekanan ekonomi.

Menurutnya, solidaritas antarwarga menjadi kunci menghadapi situasi sulit.

Baca Juga: Harga LPG Melon Tak Wajar, Pemprov Sulteng dan Pemkab Morut Siapkan Tim Sidak

"Jika semua warga bersatu dan saling menolong, niscaya kesulitan itu bisa diatasi bersama," kata Febriyamthi. (***)

Editor : Muchsin Siradjudin
#Peresmian jembatan #Memperkuat ekonomi pertanian #Memperlancar aktifitas masyarakat #Desa tidak lagi terpencil