Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Bupati Delis Ingin Spirit Guru Tua Harus Hidup dalam Pembangunan

Ilham Nusi • Jumat, 3 April 2026 | 15:24 WIB
MENGHADIRI: Bupati dan Wabup Morut, turut menghadiri Haul ke-58 pendiri Alkhairaat, Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua, di Kompleks Alkhairaat Pusat, Kota Palu, Rabu (1/4/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).
MENGHADIRI: Bupati dan Wabup Morut, turut menghadiri Haul ke-58 pendiri Alkhairaat, Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua, di Kompleks Alkhairaat Pusat, Kota Palu, Rabu (1/4/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).

RADAR PALU - Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkarson Hehi menyebut bahwa Haul ke-58 Guru Tua bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi momentum penting untuk memperkuat nilai pembangunan dan karakter generasi di daerah.

Pernyataan itu disampaikan Delis saat menghadiri peringatan Haul ke-58 pendiri Alkhairaat, Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua, di Kompleks Alkhairaat Pusat, Kota Palu, Rabu (1/4/2026).

Menurut Delis, nilai-nilai yang diwariskan Guru Tua harus menjadi dasar dalam membangun daerah, khususnya di Morowali Utara.

Baca Juga: Pemkab Morut Percepat Penanganan Kemiskinan dan Stunting Lewat BPJS Ketenagakerjaan

"Guru Tua telah mewariskan fondasi besar bagi bangsa ini, yakni ilmu, akhlak, dan pengabdian. Momentum haul ini mengingatkan kita bahwa pembangunan daerah harus berpijak pada nilai-nilai tersebut," ujar Delis.

Delis menekankan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pembentukan karakter masyarakat.

Ia menilai, keteladanan Guru Tua harus menjadi inspirasi dalam tata kelola pemerintahan yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik.

Baca Juga: Pawai Takbir Keleliling Morut Sukses Digelar

"Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas dan berdaya saing,"  tegasnya.

Delis juga menyebut, Pemerintah Kabupaten Morowali Utara akan terus mendorong pembangunan berbasis nilai keagamaan dan kearifan lokal.

Peringatan Haul Guru Tua berlangsung khidmat dan berskala nasional. Ratusan ribu jemaah dari berbagai daerah, termasuk Gubernur Sulteng Anwar Hafid, memadati Kompleks Alkhairaat sejak pagi untuk mengikuti doa, tahlil, dan tausiyah.

Baca Juga: Proyek Kantor Kejari Morut Hampir Rampung, Tapi Dikejar Waktu dan Denda

Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir, di antaranya Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin, dan Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja.

Kehadiran para tokoh nasional ini menunjukkan besarnya pengaruh Guru Tua dalam kehidupan keagamaan dan kebangsaan Indonesia.

Ketua Utama Alkhairaat, Alwi bin Saggaf Al-Jufri, dalam tausiyahnya menegaskan bahwa perjuangan Guru Tua penuh dengan keikhlasan dan pengorbanan.

Baca Juga: THR ASN Morut 2026 Akhirnya Cair, Pemda Sampai Tunda Anggaran Kegiatan Lain

"Seluruh hidup Guru Tua diabdikan untuk umat. Dari perjalanan dakwah beliau, kita belajar tentang keikhlasan dan pengorbanan," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan pemerintah pusat menyebut haul ini sebagai momentum nasional yang memperkuat penghormatan terhadap ulama besar Indonesia.

Kehadiran Bupati Delis bersama Wakil Bupati H. Djira Kendjo dalam seluruh rangkaian kegiatan menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga nilai keagamaan sebagai fondasi pembangunan.

Baca Juga: Harga LPG Melon Tak Wajar, Pemprov Sulteng dan Pemkab Morut Siapkan Tim Sidak

Delis berharap, semangat Guru Tua dapat terus hidup dan menjadi pedoman dalam membangun Morowali Utara yang maju, religius, dan berdaya saing.(***)

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Menghadiri HAUL Guru Tua #Menjadi dasar pembangunan #Pembentukan karakter masyarakat #Dihadiri tokoh nasional