RADARPALU – Aktivitas kegempaan di wilayah Sulawesi Tengah dan sekitarnya dalam sepekan terakhir terpantau cukup intens.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 147 kejadian gempa bumi pada periode 27 Maret hingga 2 April 2026.
Data Stasiun Geofisika Kelas I Palu menunjukkan, sebagian besar gempa didominasi magnitudo kecil.
Baca Juga: Harga BBM Pesawat Meroket di April, Ini Datanya
Sebanyak 127 kejadian memiliki magnitudo ≤3, sementara 20 kejadian berada pada rentang magnitudo 3 hingga 5. Tidak tercatat gempa dengan magnitudo di atas 5 dalam periode tersebut.
Dari sisi kedalaman, gempa dangkal mendominasi dengan 141 kejadian berada pada kedalaman kurang dari 60 kilometer. Sementara itu, hanya enam gempa yang terjadi pada kedalaman menengah (60–300 km).
Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya (20–26 Maret 2026) yang mencatat 151 kejadian, jumlah gempa pekan ini sedikit menurun, meski aktivitas masih tergolong tinggi.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit Merah Rp119.400, Tekan Daya Beli
Salah satu gempa yang dirasakan terjadi pada Kamis (2/4) pukul 09.45 WIB dengan magnitudo 3,8. Gempa berpusat di darat sekitar 19 kilometer barat Parigi Moutong dengan kedalaman 30 kilometer.
Getaran gempa tersebut dirasakan di wilayah Toli-Toli dengan intensitas II–III MMI, yakni dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda ringan bergoyang.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta terus memantau informasi resmi terkait aktivitas gempa.(*)
Editor : Mugni Supardi