Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

BMKG: Hujan Ekstrem Ancam Wilayah Selatan Sulteng Awal April

Mugni Supardi • Jumat, 3 April 2026 | 08:14 WIB
Ilustrasi.(GAW LORE LINDU BARIRI)
Ilustrasi.(GAW LORE LINDU BARIRI)

 

RADARPALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Lore Lindu Bariri merilis kondisi iklim terbaru di Sulawesi Tengah hingga akhir Maret 2026.

Hasilnya menunjukkan kondisi cuaca yang cukup bervariasi, mulai dari hari tanpa hujan hingga potensi hujan tinggi di sejumlah wilayah.

Berdasarkan monitoring hingga 31 Maret 2026, secara umum wilayah Sulawesi Tengah masih berada pada kategori Hari Tanpa Hujan (HTH) sangat pendek, yakni 1 hingga 5 hari.

Baca Juga: Harga Jual Turun, NTP Maret 2026 Sulteng Cuma 94,10

Meski demikian, beberapa wilayah tercatat mengalami HTH kategori pendek (6–10 hari) hingga menengah (11–20 hari).

Dalam analisis curah hujan Dasarian III Maret 2026, BMKG mencatat distribusi curah hujan yang tidak merata.

Sebagian besar wilayah mengalami curah hujan rendah hingga menengah. Sementara itu, curah hujan tinggi hingga sangat tinggi hanya terjadi di sebagian wilayah Morowali, Morowali Utara, dan Poso.

Baca Juga: Penumpang Pesawat dan Kapal di Sulteng Melonjak Februari 2026

Adapun sifat hujan juga menunjukkan variasi. Wilayah utara Sulawesi Tengah seperti Buol, Tolitoli, Donggala, dan Parigi Moutong didominasi sifat hujan Bawah Normal (BN).

Sementara itu, kondisi Normal (N) terpantau di wilayah tengah seperti Sigi dan sebagian Poso. Untuk kategori Atas Normal (AN), terjadi di sebagian wilayah Morowali dan Tojo Una-Una.

Memasuki Dasarian I April 2026, BMKG memprakirakan peluang curah hujan lebih dari 100 mm di wilayah utara relatif rendah, berkisar 10–20 persen. Namun, wilayah selatan justru menunjukkan peluang lebih tinggi, yakni 40 hingga 90 persen.

Bahkan, di wilayah seperti Morowali, Morowali Utara, sebagian Poso, Sigi, dan Tojo Una-Una, peluang curah hujan lebih dari 100 mm diprediksi mencapai lebih dari 90 persen.

Sementara peluang hujan di atas 150 mm berkisar 10–70 persen, terutama di wilayah Poso, Morowali, dan Morowali Utara.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Potensi banjir, genangan, dan tanah longsor perlu diantisipasi, khususnya di daerah dengan peluang hujan menengah hingga tinggi.

Baca Juga: Maret 2026, Inflasi Sulawesi Tengah Didominasi Harga Pangan

Di sisi lain, masyarakat di wilayah yang masih mengalami HTH kategori pendek diharapkan dapat mengelola penggunaan air secara bijak.

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui kanal resmi BMKG atau langsung ke Stasiun GAW Lore Lindu Bariri.(*)

Editor : Mugni Supardi
#prakiraan hujan April 2026 #hujan ekstrem Sulteng #Potensi banjir Sulteng #BMKG Sulteng #cuaca sulawesi tengah