Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Jembatan Penyapu Putus, Distribusi MBG  Harus Seberangi Sungai

Ahmad Hamdani • Rabu, 1 April 2026 | 10:44 WIB
BERGIZI: Pengoperasian kembali MBG bagi ratusan ribu siswa di Kota Cengkeh, Tolitoli.(FOTO: AHMAD HAMDANI/RADAR PALU).
BERGIZI: Pengoperasian kembali MBG bagi ratusan ribu siswa di Kota Cengkeh, Tolitoli.(FOTO: AHMAD HAMDANI/RADAR PALU).

RADAR PALU – Sebanyak 20 Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Kabupaten Tolitoli resmi kembali beroperasi terhitung sejak 31 Maret 2026.

Pengoperasian kembali ini menandai dimulainya kembali penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ratusan ribu siswa di Kota Cengkeh.

Sebelumnya, penyaluran MBG sempat terhenti sementara dikarenakan libur sekolah dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Baca Juga: Kebakaran Siang Bolong di Tolitoli, Empat Rumah Diamuk Si Jago Merah


PUTUS: Inilah jembatan gantung yang putus belum lama ini.(FOTO: AHMAD HAMDANI/RADAR PALU).
PUTUS: Inilah jembatan gantung yang putus belum lama ini.(FOTO: AHMAD HAMDANI/RADAR PALU).

Bersamaan dengan aktifnya kembali layanan ini, dua dapur SPPG baru juga resmi diresmikan di Desa Dungingis, Kecamatan Dako Pemean, Selasa (31/03/2026).

Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Tolitoli, Muhammad Fauzi Dharmawan menjelaskan,  Korwil BGN Tolitoli akan berupaya terus meningkatkan quality control di setiap dapur SPPG.

Hal ini dilakukan agar pemberian MBG pada periode ini lebih maksimal dibanding bulan-bulan sebelumnya serta untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Warga KKSS Tolitoli Siap Ambil Peran, Dukung Program Makan Bergizi Gratis

"Kami memaksimalkan pengontrolan di tiap-tiap dapur agar target pemenuhan gizi peserta didik dapat tercapai dengan kualitas yang lebih baik," ujar Fauzi.

Selain menyasar siswa sekolah, dapur SPPG dengan jumlah penerima manfaat yang belum mencapai kuota maksimal (di bawah 3.000 siswa) akan memperluas jangkauan distribusinya. Target tambahan tersebut mencakup kelompok 3B: yakni Balita, Ibu Hamil (Bumil), dan ibu Menyusui (Busui).

Strategi ini diterapkan agar setiap dapur SPPG, terutama di wilayah Kecamatan Dako Pemean, dapat memenuhi target operasional di angka 1.500 hingga 3.000 penerima manfaat.

Baca Juga: Honor Nakes Tolitoli Disorot, Pemprov Sulteng: Kewenangan Pemkab

Terpisah, Camat Dako Pemean, Arham A. Yakub, menyambut positif penambahan dapur SPPG di wilayahnya.

Ia menyebutkan kehadiran program ini membawa dampak signifikan bagi masyarakat di empat desa, yakni Desa Galumpang, Dungingis, Kapas, dan Lingadan.

Meski demikian, terdapat tantangan logistik di daerah terpencil seperti Dusun Panyapu, Desa Galumpang. Akibat jembatan gantung yang putus dan belum diperbaiki, pendistribusian MBG bagi 54 siswa SD di wilayah tersebut harus dilakukan dengan menyeberangi sungai.

Baca Juga: Advokat Tolitoli NurAida Hakim, Kawal Perkara MBG Bermasalah di Sulteng

"Kami berharap cuaca mendukung dan tidak terjadi air pasang di badan sungai agar pendistribusian makanan bergizi ke Dusun Panyabulu tetap berjalan lancar dan optimal," harap Arham.

Untuk diketahui, Jembatan Penyapu putus pada hari Minggu, 7 September 2025, sekitar pukul 16.30 Wita. Peristiwa jembatan putus terjadi saat sedang dilewati rombongan pengantar pengantin.

Saat ini, salah satu dapur SPPG di Desa Dungingis yang dikelola oleh Yayasan Kenan Hafiz Muhammad tercatat melayani 1.370 siswa dari 14 sekolah yang terdiri dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA sederajat.(***)

 

 

 

 

 

  

Editor : Muchsin Siradjudin
#Terhambat jembatan putus #Membawa dampak signifikan #Pendidikan berkualitas #Makan Bergizi Gratis