RADAR PALU - Anggota DPD RI Dapil Sulawesi Tengah, Febriyanthi Hongkiriwang, menegaskan bahwa pendidikan teologi harus menjadi fondasi utama dalam memperkuat moderasi beragama dan menjaga persatuan nasional di Indonesia yang majemuk.
Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam kuliah umum bertema Kontribusi Pendidikan Teologi dalam Penguatan Moderasi Beragama dan Persatuan Nasional di Sekolah Tinggi Teologi Bala Keselamatan (STT BK) Palu, Senin (30/3/2026).
Febriyanthi menekankan bahwa pendidikan teologi tidak hanya membentuk pemahaman keagamaan, tetapi juga mendorong sikap toleransi, dialog, dan perdamaian di tengah keberagaman.
Febriyanthi mengaitkan empat pilar kebangsaan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dengan perspektif teologi sebagai dasar memperkuat kehidupan berbangsa.
Menurutnya, Pancasila menjadi kompas moral bangsa dan UUD 1945 menjamin kebebasan beragama. Sementara NKRI menjaga keutuhan negara dan Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan nilai keberagaman sebagai kehendak Tuhan.
Dalam kuliah umum tersebut, Febriyanthi mencontohkan kisah orang Samaria yang baik hati sebagai wujud nyata moderasi beragama yang melampaui batas agama dan etnis.
Ia menegaskan bahwa moderasi beragama bukan sekadar konsep, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata seperti saling menghargai, membantu sesama, dan membangun solidaritas sosial.
Febriyanthi juga memaparkan data Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) dari Kementerian Agama RI yang terus meningkat, dari 67,4 persen pada 2020 menjadi 77,8 persen pada 2025.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan seperti politik identitas berbasis SARA, eksklusivisme, fanatisme sempit, dan radikalisme masih menjadi ancaman serius bagi persatuan nasional.
Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa STT Bala Keselamatan Palu aktif membahas peran generasi muda dalam menghadapi radikalisme, terutama di media sosial.
Febriyanthi mendorong mahasiswa untuk mengambil peran sebagai agen perdamaian, membangun dialog lintas agama, serta menolak ujaran kebencian dan kekerasan.
"Pendidikan teologi adalah agen perdamaian. Moderasi beragama adalah panggilan iman. Persatuan nasional adalah tanggung jawab kita bersama," tandasnya.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin