Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Wabup Poso Kenang Keteladanan Kiai Adnan Arsal  

Budiyanto Wiharto • Minggu, 29 Maret 2026 | 12:21 WIB

MELAYAT: Wabup Poso, Soeharto Kandar, saat melayat KH Adnan Arsal di rumah duka almarhum, di Tanah Runtuh, Gebangrejo, Poso.(FOTO: BUDIYANTO WIHARTO/RADAR PALU).
MELAYAT: Wabup Poso, Soeharto Kandar, saat melayat KH Adnan Arsal di rumah duka almarhum, di Tanah Runtuh, Gebangrejo, Poso.(FOTO: BUDIYANTO WIHARTO/RADAR PALU).

RADAR PALU - Pemkab Poso menyampaikan duka cita dan doa atas berpulangnya ke rahmatullah KH. Muhammad Adnan Arsal, S. Ag. Wakil Bupati Soeharto Kandar mengungkap rasa kehilangan umat atas figur panglima perdamaian Poso tersebut.

Banyak kenangan dan cerita baik yang di ingat dari kiai Adnan Arsal. "Innalillahi wainnailaihi roji'un. Pemerintah Kabupaten Poso turut berduka cita yang mendalam atas wafatnya  Muhammad Adnan Arsal. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan pengabdian almarhum, mengampuni segala dosa-dosanya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

"Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan iman, ketabahan, dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini. Almarhum akan selalu dikenang atas keteladanan dan pengabdiannya bagi umat dan masyarakat," sebut Wabup Soeharto.

Saat melayat di rumah duka di komplek Pondok Pesantren Amanah, Tanah Runtuh, jalan Pulau Irian Jaya Kelurahan Gebangrejo kecamatan Poso Kota, Wabup bilang jika almarhum dikenal luas sebagai tokoh agama Islam berpengaruh di Kabupaten Poso, sekaligus sosok juru damai yang dijuluki Panglima Damai Poso.

"Semasa hidupnya, beliau memiliki peran besar dalam meredam konflik sosial di Poso melalui pendekatan dialog dan dakwah yang menyejukkan," aku orang nomor dua di Poso ini.

Selain dikenal sebagai tokoh perdamaian, almarhum juga merupakan pendiri pesantren dan yayasan pendidikan, serta pernah mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara di Kementerian Agama Kabupaten Poso.

Kiprah dan pengabdiannya diabadikan dalam sebuah buku berjudul “Muhammad Adnan Arsal: Panglima Damai Poso.”

Wabup Soeharto menjelaskan bahwa almarhum kiai Adnan merupakan sosok ulama penuh keteladanan yang telah mendedikasikan hidupnya untuk menyebarkan nilai-nilai keagamaan, memperkuat ukhuwah, serta membimbing umat untuk hidup rukun dan damai.

"Keteladanan beliau tercermin dalam kesederhanaan hidup, keikhlasan dalam melayani, serta komitmen menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat. Peran beliau dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis di Kabupaten Poso menjadi warisan berharga yang patut kita lanjutkan bersama," jelasnya.

"Segala amal kebaikan almarhum akan terus menjadi pahala yang mengalir, dan jasa-jasa beliau akan senantiasa hidup dalam hati masyarakat," lanjutnya.

Wabup berharap, kepergian almarhum Adnan Asal bisa menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan, seperti menjaga persaudaraan, menebarkan kedamaian, serta memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Poso.(***)

 

 

 

 

 

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Almarhum sosok perdamaian Kabupaten Poso #Seluruh warga Kabupaten Poso #Menyatakan duka yang sangat mendalam #Tokoh pendidikan dan tokoh agama