RADAR PALU - Suasana pasca Lebaran yang seharusnya diwarnai kebahagiaan justru berubah menjadi kecemasan bagi warga Desa Lakatan, Kabupaten Tolitoli. Dua pemuda dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Galang sejak Minggu (22/3), dan hingga kini belum kembali.
Kedua pendaki tersebut diketahui bernama Moh. Agil (21) dan Moh. Rifal (18), warga Desa Lakatan. Keduanya dilaporkan hilang sejak Senin (23/3) sekitar pukul 18.00 WITA, setelah tidak kunjung pulang dari aktivitas pendakian.
Peristiwa ini bermula saat empat pemuda, yakni Fauzan, Moh. Reza, Moh. Agil, dan Moh. Rifal, melakukan pendakian ke Gunung Galang pada Minggu siang sekitar pukul 13.00 Wita.
Mereka sempat bermalam (bivak) di Pos 3 untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
Namun, keesokan harinya, Senin (23/3), rombongan terpecah. Fauzan dan Moh. Reza memutuskan melanjutkan perjalanan hingga ke puncak, sementara Moh. Agil dan Moh. Rifal memilih turun lebih awal karena kelelahan dan tidak sanggup melanjutkan pendakian.
Setelah mencapai puncak, Fauzan dan Moh. Reza kembali turun. Namun setibanya di bawah, mereka mendapati kedua rekannya yang lebih dulu turun belum juga tiba di rumah.
Kekhawatiran pun muncul, hingga akhirnya keluarga bersama warga setempat melakukan pencarian secara mandiri di sekitar jalur pendakian.
“Sejak kemarin keluarga dan masyarakat sudah menyisir jalur, namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda keberadaan korban,” ujar Tamin satu warga setempat.
Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pendataan dan koordinasi awal.
Sementara itu, tim gabungan dari BPBD dan Basarnas pada Selasa siang (24/3/2026) langsung bergerak cepat dengan membentuk tim pencarian resmi.
Tim Mawar gabungan yang terdiri dari personel BPBD, Basarnas, aparat kepolisian, Mapala serta dibantu masyarakat setempat, langsung naik ke Gunung Galang untuk melakukan operasi pencarian intensif.
Medan yang cukup terjal dan kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pencarian tersebut.
Kepala tim pencarian Iksan menyebutkan bahwa fokus utama saat ini adalah menyisir jalur turun yang diduga dilalui korban, termasuk titik-titik rawan seperti lembah, jalur tersesat, hingga area hutan lebat yang berpotensi menjadi lokasi korban terjebak.
“Kami berharap korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Tim akan bekerja maksimal dan terus berkoordinasi dengan semua pihak,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung. Pihak keluarga korban berharap keajaiban datang, sementara masyarakat setempat turut memberikan dukungan dengan membantu logistik dan informasi lapangan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pendaki untuk selalu mempersiapkan diri dengan matang, tidak memisahkan diri dari rombongan, serta memperhatikan kondisi fisik dan cuaca sebelum melakukan pendakian, terutama di kawasan pegunungan yang memiliki risiko tinggi. (***)
Editor : Muchsin Siradjudin