Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Didominasi Gempa Kecil, Sulteng Diguncang 164 Kali dalam Sepekan

Mugni Supardi • Jumat, 20 Maret 2026 | 18:47 WIB

Stasiun Geofisika Kelas I Palu BMKG mencatat sebanyak 164 kejadian gempa bumi terjadi pada periode 13–19 Maret 2026.
Stasiun Geofisika Kelas I Palu BMKG mencatat sebanyak 164 kejadian gempa bumi terjadi pada periode 13–19 Maret 2026.

RADAR PALU - Aktivitas kegempaan di wilayah Sulawesi Tengah dan sekitarnya mengalami peningkatan signifikan dalam sepekan terakhir.

Stasiun Geofisika Kelas I Palu BMKG mencatat sebanyak 164 kejadian gempa bumi terjadi pada periode 13–19 Maret 2026.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pekan sebelumnya (6–12 Maret 2026) yang tercatat sebanyak 101 kejadian gempa.

Berdasarkan data BMKG, lonjakan aktivitas gempa terjadi hampir sepanjang hari, dengan frekuensi tertinggi tercatat pada Jumat dan Sabtu, masing-masing mencapai 29 dan 28 kejadian.

Didominasi Gempa Kecil dan Dangkal

BMKG menjelaskan, sebagian besar gempa yang terjadi memiliki magnitudo kecil.

Rinciannya adalah 149 kejadian bermagnitudo di bawah 3, 15 kejadian bermagnitudo antara 3 hingga 5, dan tidak ada gempa bermagnitudo di atas 5.

Dari sisi kedalaman, gempa di Sulteng didominasi gempa dangkal. Seperti 157 kejadian berkedalaman kurang dari 60 kilometer, 5 kejadian pada kedalaman 60–300 kilometer dan 2 kejadian berkedalaman sekitar 300 kilometer.

“Dominasi gempa dangkal ini umum terjadi di wilayah Sulawesi Tengah yang memiliki kompleksitas struktur geologi aktif,” tulis BMKG dalam laporannya.

Dua Gempa Dirasakan di Tolitoli

Meski sebagian besar gempa tidak dirasakan, BMKG mencatat dua kejadian gempa yang dirasakan masyarakat, keduanya terjadi pada 17 Maret 2026 di wilayah Tolitoli.

 

Gempa pertama berkekuatan M 3,8 terjadi pukul 21.11 WIB dengan pusat di laut sekitar 43 kilometer utara Tolitoli pada kedalaman 10 kilometer.

Tak lama berselang, gempa kedua berkekuatan M 4,5 terjadi pukul 21.12 WIB dengan pusat di laut sekitar 60 kilometer utara Tolitoli, juga pada kedalaman 10 kilometer.

Kedua gempa tersebut dirasakan dengan intensitas III MMI, atau getaran dirasakan nyata di dalam rumah seperti truk berlalu.

Imbauan BMKG

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat juga diminta untuk memastikan bangunan tempat tinggal tahan gempa, mengetahui jalur evakuasi, hingga memantau informasi resmi dari BMKG.

Aktivitas kegempaan yang tinggi di wilayah Sulawesi Tengah menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.(*)

Editor : Mugni Supardi
#BMKG Palu #gempa dangkal #gempa Sulteng 2026 #data gempa BMKG #aktivitas gempa Sulawesi Tengah #gempa tolitoli