RADAR PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait tinggi gelombang di perairan Sulawesi Tengah yang berpotensi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter dalam periode 21–24 Maret 2026.
Berdasarkan rilis Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu, sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami gelombang sedang tersebut meliputi:
Perairan Timur Banggai, Perairan Banggai Kepulauan, Perairan Banggai Laut,Teluk Tomini Utara Tojo Unauna, Teluk Tomini Utara Poso, dan Teluk Tomini Timur Parigi Moutong.
BMKG menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi oleh pola angin yang umumnya bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan berkisar 5–20 knot.
“Kecepatan angin maksimum terpantau di Perairan Timur Banggai, Teluk Tomini bagian utara dan timur, serta Perairan Palu-Donggala,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Selain itu, kondisi cuaca di wilayah perairan Sulteng secara umum berawan dengan potensi hujan intensitas sedang pada sore hingga malam hari selama periode tersebut.
Risiko Pelayaran Meningkat
BMKG mengingatkan bahwa kondisi gelombang ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran, khususnya bagi perahu nelayan, jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan gelombang 1,25 meter. Kemudian kapal tongkang, jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan gelombang 1,5 meter.
Dengan kondisi tersebut, nelayan dan pelaku transportasi laut diminta untuk lebih berhati-hati serta mempertimbangkan faktor keselamatan sebelum melaut.
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan pengguna jasa transportasi laut untuk memantau informasi cuaca dan gelombang terkini, menghindari aktivitas melaut saat kondisi tidak memungkinkan dan mengutamakan keselamatan dibanding aktivitas ekonomi.
Peringatan ini juga menjadi penting di tengah momentum arus mudik Lebaran, di mana mobilitas masyarakat di wilayah pesisir dan antar pulau meningkat.(*)
Editor : Mugni Supardi