RADAR PALU – Pencairan beasiswa Berani Cerdas di Universitas Tadulako menuai keluhan mahasiswa. Dana yang diterima disebut tidak utuh karena adanya potongan saat pengembalian UKT.
Mahasiswa Keluhkan Potongan Dana
Keluhan muncul dari mahasiswa penerima beasiswa Berani Cerdas yang mengaku dana yang diterima tidak sesuai nominal awal.
Beberapa mahasiswa menyebut terdapat selisih pemotongan saat dana dikembalikan oleh pihak kampus.
“Iyo, 2.5 jadi 2.490,” keluh salah satu mahasiswa terkait dana yang diterimanya.
Mahasiswa lain juga mengaku mengalami hal serupa dengan nominal potongan yang berbeda.
Jumlah Penerima Capai 5.006 Mahasiswa
Berdasarkan data dari Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) Universitas Tadulako, terdapat 5.006 mahasiswa yang menerima pengembalian dana beasiswa Berani Cerdas.
Pengembalian ini diberikan kepada mahasiswa yang sebelumnya membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebelum dana beasiswa cair.
Dalam proses pencairan, tercatat adanya biaya transfer antarbank sebesar Rp6.500.
Baca Juga: Beasiswa Disabilitas Sulteng Belum Ada, Ini Penjelasan Disdik
Besaran Potongan Bervariasi
Meski demikian, sejumlah mahasiswa menyebut potongan yang mereka alami tidak seragam.
Informasi yang dihimpun menyebut potongan berkisar antara Rp6.500 hingga Rp20.000 per mahasiswa.
“Ada juga yang sampai 20 ribu, biasanya karena ditinggal saldo di bank,” ujar mahasiswa lainnya.
Hal ini memicu kebingungan karena besaran potongan dianggap tidak sesuai dengan informasi awal.
Penjelasan Dinas: Dana Dikirim Penuh
Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Firmanza, menegaskan bahwa dana beasiswa Berani Cerdas telah dikirim secara penuh sesuai data.
Menurutnya, potongan yang terjadi merupakan bagian dari mekanisme administrasi di tingkat kampus atau perbankan.
“Saya enggak tahu itu urusan administrasi bagaimana ya, kampus ya pastilah ada biaya transfer,” ujarnya.
Ia menilai potongan kecil seperti biaya transfer merupakan hal yang lazim dalam transaksi perbankan.
Evaluasi Skema Pencairan ke Depan
Firmanza memastikan pemerintah akan mengevaluasi mekanisme penyaluran beasiswa Berani Cerdas agar ke depan tidak menimbulkan keluhan serupa.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah mengubah pola kerja sama dengan kampus.
“Nanti ke depan kami minta kampus tidak usah lagi kalau mereka mau bayar enggak usah terima,” katanya.***
Editor : Muhammad Awaludin