RADAR PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperluas jaringan pemantauan atmosfer di Indonesia bagian tengah dan timur melalui pembangunan Stasiun Pemantau Atmosfer Global (Global Atmosphere Watch/GAW) Lore Lindu Bariri di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Inisiatif pembangunan stasiun tersebut dimulai sejak 2011–2012 dan kemudian dikukuhkan melalui Peraturan Kepala BMKG Nomor 10 Tahun 2016.
Regulasi tersebut juga menetapkan satu stasiun lain, yakni GAW Puncak Vihara Klademak di Kota Sorong, Papua Barat.
Stasiun GAW Lore Lindu Bariri memiliki karakteristik lokasi yang dinilai ideal untuk pemantauan atmosfer latar belakang (background atmosphere).
Area observasi stasiun berada di Desa Hangira, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso, sekitar 130 kilometer dari Kota Palu.
Shelter pengamatan seluas sekitar 2.500 meter persegi tersebut berada di ketinggian 1.370 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan terletak di kawasan Taman Nasional Lore Lindu.
Lingkungan di sekitar lokasi didominasi padang rumput dalam radius sekitar 5 kilometer dan hutan tropis lebat dalam radius 10 kilometer.
Kondisi yang relatif jauh dari aktivitas manusia menjadikan wilayah tersebut sangat ideal untuk pengamatan udara bersih di kawasan ekuator.
Secara klimatologis, kawasan Lore Lindu memiliki pola hujan ekuatorial dengan dua puncak musim hujan pada April dan November.
Suhu udara di wilayah ini berkisar antara 15 hingga 28 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan rata-rata mencapai 85 persen.
BMKG terus melengkapi infrastruktur pengamatan di stasiun ini, termasuk perangkat pemantauan aerosol dan gas rumah kaca.
Saat ini, GAW Lore Lindu Bariri juga sedang dalam proses pengakuan sebagai stasiun GAW regional dalam jaringan World Meteorological Organization (WMO).
Keberadaan stasiun ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi Indonesia dalam jaringan pemantauan atmosfer global sekaligus mendukung penelitian perubahan iklim di wilayah tropis. (*)
Editor : Mugni Supardi