RADAR PALU – Dua nelayan yang sempat dilaporkan hilang kontak di perairan Bantaya akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh tim SAR gabungan, Sabtu (14/3/2026). Keduanya sebelumnya tidak kembali setelah melaut dari wilayah pesisir Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Informasi hilangnya dua nelayan tersebut diterima Pos SAR Parigi pada Sabtu pagi sekitar pukul 07.12 WITA. Laporan disampaikan oleh pihak keluarga bernama Ading setelah keduanya tidak pulang selama beberapa hari sejak pergi melaut.
Menurut keterangan keluarga, kedua nelayan itu berangkat pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 13.00 WITA menggunakan perahu kecil jenis katinting. Mereka bertolak dari pesisir Kelurahan Bantaya menuju lokasi memancing di laut lepas.
Biasanya, para nelayan tersebut hanya melaut selama satu malam. Pagi harinya mereka sudah kembali ke desa membawa hasil tangkapan.
Namun kali ini berbeda. Hingga hari-hari berikutnya, keduanya tidak kunjung pulang. Kondisi itu membuat keluarga mulai khawatir.
Sebelum melapor ke petugas, keluarga bersama aparat kelurahan dan warga setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi yang biasa menjadi tempat mereka memancing. Sayangnya upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Setelah menerima laporan resmi, Pos SAR Parigi langsung mengerahkan tim untuk melakukan operasi pencarian di wilayah perairan Bantaya. Tim SAR gabungan kemudian bergerak menuju lokasi menggunakan perahu karet dan peralatan pencarian laut.
Berdasarkan informasi awal, titik pencarian berada sekitar 44 mil laut dari Pos SAR Parigi. Area tersebut dikenal sebagai salah satu jalur melaut nelayan setempat.
Proses pencarian melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan, termasuk aparat pemerintah daerah serta masyarakat yang ikut memberikan informasi mengenai kemungkinan lokasi keberadaan nelayan.
Baca Juga: 3 Hari Hilang di Hutan Sigi, Lansia 70 Tahun Ditemukan Selamat oleh Tim SAR
Setelah dilakukan penyisiran di area laut, tim SAR akhirnya berhasil menemukan kedua nelayan tersebut dalam kondisi selamat. Mereka kemudian dievakuasi dan dibawa kembali ke daratan.
Selanjutnya, kedua nelayan diserahkan kepada pihak keluarga yang sebelumnya melaporkan hilangnya mereka.
Sementara itu, petugas mengingatkan para nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat melaut. Selain itu, perlengkapan keselamatan seperti alat komunikasi dan pelampung juga penting untuk dibawa.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko apabila terjadi keadaan darurat di tengah laut, khususnya bagi nelayan yang melaut menggunakan perahu kecil.***
Editor : Muhammad Awaludin