RADAR PALU – Bandara Internasional Mutiara Sis Al-Jufri Palu mengantisipasi sejumlah potensi gangguan operasional penerbangan selama periode Angkutan Lebaran 2026.
Kepala Bandara Internasional Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Prasetiyohadi, mengatakan langkah antisipasi tersebut dilakukan berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar.
Dalam koordinasi tersebut disampaikan beberapa potensi gangguan yang perlu menjadi perhatian selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Beberapa di antaranya adalah anomali cuaca yang dapat memengaruhi operasional penerbangan, potensi gangguan pasokan listrik, hingga kemungkinan hambatan akses keluar masuk kawasan bandara.
Menurut Prasetiyohadi, berbagai potensi tersebut perlu diantisipasi sejak awal melalui koordinasi lintas instansi yang terlibat dalam operasional kebandarudaraan.
“Diharapkan kepada pihak-pihak terkait untuk segera melakukan koordinasi dan mitigasi pencegahan gangguan pelayanan agar Angkutan Lebaran berjalan lancar dan aman,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan Posko Angkutan Lebaran 2026 juga menjadi bagian dari upaya monitoring dan penanganan cepat apabila terjadi gangguan selama periode operasional tersebut.
Melalui posko tersebut, berbagai instansi yang terlibat dapat melakukan koordinasi secara lebih efektif untuk memastikan pelayanan penerbangan tetap berjalan optimal selama masa Lebaran.
Bandara Mutiara Sis Al-Jufri sendiri menjadi salah satu simpul transportasi udara penting di Sulawesi Tengah yang melayani mobilitas masyarakat selama musim mudik dan arus balik Idulfitri.
Karena itu, kesiapan operasional serta sinergi antarinstansi dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan.(*)
Editor : Mugni Supardi