RADAR PALU - Riset besar untuk mengungkap misteri alam dan sejarah di Sulawesi Tengah segera dilakukan. Tim peneliti lintas lembaga akan membedah sedimen Danau Lindu hingga meneliti jejak peradaban megalitikum yang masih menyimpan banyak rahasia.
Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Sulawesi Tengah menerima kunjungan tim peneliti lintas lembaga yang akan melakukan riset besar terkait Danau Lindu dan situs megalitikum di wilayah tersebut.
Pertemuan yang berlangsung Jumat (6/3/2026) itu membahas rencana penelitian komprehensif untuk mengungkap rekam jejak lingkungan di dasar Danau Lindu serta menelusuri misteri situs megalitikum yang tersebar di wilayah Sulawesi Tengah.
Rombongan peneliti dipimpin Kepala Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air Badan Riset dan Inovasi Nasional, Luki Subehi. Ia didampingi pakar geofisika Satria Bijaksana dari Institut Teknologi Bandung, serta peneliti Sulung Nomosatryo dan perwakilan akademisi dari Universitas Tadulako.
Dalam pertemuan tersebut, tim peneliti memaparkan rencana riset mendalam terhadap sedimen dan endapan di dasar danau. Penelitian ini bertujuan membaca rekam jejak perubahan lingkungan serta kondisi geologi masa lalu di kawasan Danau Lindu.
Selain itu, penelitian juga akan difokuskan pada penyingkapan situs-situs megalitikum yang tersebar di berbagai wilayah Sulawesi Tengah.
Para peneliti menilai wilayah ini memiliki potensi besar karena dikenal sebagai “Negeri Seribu Megalit”. Namun hingga kini masih banyak situs yang belum teridentifikasi atau belum diteliti secara mendalam.
Kepala Bidang Riset dan Teknologi Brida Sulteng menyebutkan penelitian megalitikum sebelumnya memang telah dilakukan, namun masih terbatas pada tahap pemetaan awal.
“Kami berharap dengan kehadiran tim dari BRIN, ITB, dan Untad, penelitian ini tidak hanya berhenti di pemetaan, tetapi bisa berkembang hingga tahap analisis yang lebih mendalam,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Brida Sulawesi Tengah menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Pemerintah daerah menyatakan siap mendukung dan memfasilitasi penelitian demi pengembangan ilmu pengetahuan serta pelestarian warisan budaya daerah.
Melalui riset kolaboratif ini, diharapkan akan lahir data ilmiah yang lebih kuat untuk mendukung pengelolaan sumber daya air di Danau Lindu sekaligus mempertegas posisi Sulawesi Tengah sebagai salah satu pusat peradaban megalitikum di dunia.***
Editor : Muhammad Awaludin