Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Mahasiswa Tegas Tolak Smelter di Siniu Parimo, DPRD Sulteng Diminta Jangan Tutup Mata

Muchsin Siradjudin • Kamis, 12 Maret 2026 | 10:54 WIB

TEGANG : Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus sampaikan argumen kepada anggota DPRD terkait beberapa isue, Rabu, 11 Maret 2026.(FOTO: RAHMAT FADHIL/RADAR PALU)
TEGANG : Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus sampaikan argumen kepada anggota DPRD terkait beberapa isue, Rabu, 11 Maret 2026.(FOTO: RAHMAT FADHIL/RADAR PALU)

RADAR PALU – Wacana pembangunan smelter di Kecamatan Siniu, Kabupaten Parigi Moutong, mendapat penolakan tegas dari kalangan mahasiswa.
Penolakan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah yang berlangsung di ruang rapat DPRD Sulteng, Jalan Moh. Yamin, Palu, Rabu (11/3).

RDP tersebut dihadiri oleh Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus yang terdiri dari sejumlah organisasi mahasiswa, salah satunya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Dalam forum tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai isu yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Koordinator lapangan (Korlap) Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus (AMCP), Alamsyah, mengatakan bahwa pihaknya datang ke DPRD untuk menyampaikan aspirasi serta meminta kejelasan terkait sejumlah persoalan daerah, termasuk rencana pembangunan smelter di Kecamatan Siniu.

“Hari ini kami melakukan rapat bersama DPRD di gedung ini dari pagi hingga sore. RDP berlangsung secara damai. Kami dari Cipayung Plus siap mengawal isu-isu yang kami sampaikan sampai benar-benar terealisasi dan ditindaklanjuti,” ujar Alamsyah.

Menurutnya, mahasiswa menilai wacana pembangunan smelter di wilayah tersebut perlu dikaji secara mendalam karena dikhawatirkan dapat berdampak terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Baharuddin Sapi’i, S.P., yang berasal dari daerah pemilihan Poso – Tojo Unauna, menyampaikan bahwa berbagai isu yang dibahas dalam pertemuan tersebut harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Issue yang dibahas hari ini harus kita selesaikan bersama. Jangan sampai ke depan persoalan seperti ini terus berulang. Saya sebagai putra daerah merasa miris melihat berbagai persoalan yang terjadi,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya respons cepat dari pemerintah, termasuk pemerintah pusat, dalam menyikapi berbagai persoalan yang disampaikan mahasiswa dalam forum tersebut.

Mahasiswa berharap DPRD Provinsi Sulawesi Tengah tidak menutup mata terhadap aspirasi masyarakat dan segera mengambil langkah konkret untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Parigi Moutong.

Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus menegaskan akan terus mengawal berbagai isu yang telah disampaikan dalam RDP tersebut hingga mendapatkan kejelasan dan solusi dari pihak pemerintah.(cr5)

 

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Mahasiswa menolak pembangunan smelter di Siniu #Segera mengambil langkah bijak #Menyampaikan aspirasi #Berdampak pada lingkungan