RADAR PALU – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Lore Lindu Bariri melaporkan sebagian wilayah Sulawesi Tengah berpotensi mengalami peningkatan curah hujan pada Dasarian II Maret 2026.
Berdasarkan hasil monitoring hingga 10 Maret 2026, secara umum wilayah Sulawesi Tengah masih berada pada kategori Hari Tanpa Hujan (HTH) sangat pendek, yakni antara satu hingga lima hari.
Meski demikian, masih terdapat beberapa titik yang berada pada kategori pendek atau sekitar enam hingga sepuluh hari.
BMKG juga mencatat curah hujan pada Dasarian I Maret 2026 di wilayah Sulawesi Tengah umumnya berada pada kategori rendah hingga menengah. Kondisi tersebut masih mendominasi sebagian besar wilayah.
Sementara itu, curah hujan dengan kategori tinggi hingga sangat tinggi terpantau di wilayah Kabupaten Tolitoli serta sebagian wilayah Donggala.
Dari sisi sifat hujan, kondisi pada Dasarian I Maret 2026 di Sulawesi Tengah bervariasi mulai dari bawah normal hingga atas normal.
Wilayah dengan sifat hujan normal hingga atas normal terpantau di Morowali, Tojo Una-Una, Donggala, Tolitoli, dan Buol.
Sedangkan sifat hujan bawah normal tercatat di sejumlah wilayah lain seperti Sigi, Poso, sebagian Morowali Utara, Banggai, Palu, Donggala, serta Banggai Kepulauan.
BMKG memprakirakan peluang curah hujan lebih dari 100 milimeter pada Dasarian II Maret 2026 di Sulawesi Tengah berada pada kisaran 10 hingga 40 persen.
Namun peluang tersebut meningkat menjadi sekitar 40 hingga 90 persen di sebagian wilayah selatan.
Beberapa wilayah yang diprakirakan memiliki peluang curah hujan tinggi hingga sangat tinggi antara lain Morowali, Morowali Utara, sebagian wilayah Poso, serta Tojo Una-Una.
Sementara itu, peluang curah hujan lebih dari 150 milimeter secara umum berada di bawah 40 persen. Namun pada sebagian kecil wilayah selatan peluangnya diperkirakan mencapai sekitar 60 hingga 70 persen.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, maupun tanah longsor, terutama di wilayah dengan peluang hujan menengah hingga tinggi.
Di sisi lain, masyarakat di wilayah yang masih mengalami hari tanpa hujan kategori pendek diharapkan dapat mengelola penggunaan air secara bijak.
Informasi perkembangan iklim terkini dapat diperoleh masyarakat melalui kanal resmi BMKG atau dengan mengunjungi langsung kantor Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri. (*)
Editor : Mugni Supardi