RADAR PALU – Temuan sejumlah benda megalitik di kawasan Dongi-Dongi, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, kini tengah ditelusuri lebih lanjut oleh tim gabungan dari unsur pemerintah dan arkeolog. Penelusuran dilakukan untuk memastikan jenis, kondisi, serta nilai sejarah dari objek budaya yang ditemukan di wilayah tersebut.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Kebudayaan menyebutkan, objek yang ditemukan berupa satu kalamba dan tiga buah lumpang batu. Benda-benda tersebut merupakan bagian dari peninggalan budaya megalitik yang diperkirakan berusia lebih dari seribu tahun.
Kepala Dinas Kebudayaan Sulawesi Tengah, Andi Kamal Lembah, mengatakan pihaknya telah mengerahkan tim untuk melakukan identifikasi awal di lokasi temuan yang berada di kawasan Dongi-Dongi.
Menurutnya, pengumpulan data dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini situs tersebut sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat.
“Semua data-data sudah kami kumpulkan, termasuk jenis megalit yang ditemukan beserta identifikasi awal kondisinya,” kata Andi Kamal Lembah dalam keterangan yang disampaikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Ia menjelaskan, hasil pendataan tersebut nantinya akan dilaporkan kepada Gubernur Sulawesi Tengah untuk menjadi dasar pengambilan kebijakan terkait pelestarian objek budaya tersebut.
Dalam laporan awal dari tim lapangan, kalamba yang ditemukan dilaporkan mengalami kerusakan pada beberapa bagian permukaannya. Sementara itu, tiga lumpang batu juga ditemukan di sekitar lokasi yang sama.
Kalamba sendiri dikenal sebagai wadah batu besar yang menjadi ciri khas peradaban megalitik di wilayah Sulawesi Tengah, terutama di kawasan Lembah Bada, Besoa, hingga Napu. Dalam kajian arkeologi, kalamba sering dikaitkan dengan tradisi pemakaman atau ritual masyarakat masa lampau.
Lokasi temuan objek budaya di Dongi-Dongi disebut berada tidak jauh dari area perendaman milik perusahaan tambang. Hal itu membuat tim melakukan identifikasi secara lebih teliti guna memastikan dampak aktivitas di sekitar kawasan tersebut terhadap keberadaan situs megalitik.
Untuk mendalami temuan tersebut, tim gabungan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVIII Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat, juru pelihara Dinas Kebudayaan, tim arkeologi, serta aparat penegak hukum turut dilibatkan dalam proses identifikasi.
Tim akan melakukan pemetaan lokasi, dokumentasi kondisi objek, serta analisis awal untuk memastikan nilai sejarah dan tingkat kerusakan situs.
Pemerintah daerah menilai temuan tersebut penting karena kawasan Sulawesi Tengah dikenal sebagai salah satu wilayah dengan peninggalan megalitik terbesar di Indonesia.
Karena itu, langkah penelitian dan pendataan dilakukan secara bertahap agar temuan situs di Dongi-Dongi dapat ditangani sesuai dengan aturan pelestarian cagar budaya yang berlaku.***
Editor : Muhammad Awaludin