RADAR PALU – Viral di media sosial foto yang memperlihatkan sampah berserakan di kawasan wisata budaya sekitar Patung Palindo menuai sorotan publik. Tumpukan bungkus makanan ringan dan sampah plastik terlihat berada di area sekitar situs megalit yang menjadi ikon wisata di Lembah Bada, Kabupaten Poso.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Sulawesi Tengah dari daerah pemilihan Poso–Tojo Una-Una, Marthen Tibe, mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian situs budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi tersebut.
Menurut Marthen, kawasan Lembah Bada dikenal luas sebagai salah satu wilayah dengan peninggalan megalitikum yang unik di Indonesia. Keberadaan patung-patung batu purba di wilayah ini bahkan telah lama menarik perhatian peneliti, wisatawan, hingga pemerhati budaya dari berbagai daerah.
“Patung Palindo dan situs megalit lain di Lembah Bada adalah warisan budaya yang sangat berharga. Ini bukan hanya milik masyarakat Bada atau Sulawesi Tengah, tetapi juga bagian dari sejarah bangsa Indonesia yang harus kita jaga bersama,” ujar Marthen saat dimintai tanggapan, Sabtu (8/3/2026).
Ia menyayangkan masih adanya pengunjung yang tidak menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan kawasan wisata tersebut. Menurutnya, perilaku membuang sampah sembarangan tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga mencerminkan kurangnya kesadaran terhadap pelestarian situs budaya.
“Kalau kita datang berwisata untuk menikmati keindahan dan sejarahnya, maka sudah seharusnya kita juga menghormati tempat itu. Salah satu bentuk penghormatan paling sederhana adalah tidak meninggalkan sampah di lokasi wisata,” tegasnya.
Marthen juga mengapresiasi masyarakat lokal dan para juru pelihara situs megalit yang selama ini berupaya menjaga kawasan tersebut agar tetap bersih dan terawat.
Ia berharap peristiwa viralnya sampah di sekitar Patung Palindo dapat menjadi pengingat bagi semua pihak agar lebih peduli terhadap kebersihan objek wisata budaya.
“Kesadaran pengunjung sangat penting. Kita ingin kawasan wisata seperti Lembah Bada tetap terjaga keasriannya sehingga generasi mendatang masih bisa melihat dan mempelajari peninggalan sejarah ini,” katanya.
Sebelumnya, foto kondisi sampah di sekitar Patung Palindo diunggah oleh salah satu pengguna media sosial di grup komunitas warga. Dalam unggahan tersebut, pengelola dan masyarakat setempat juga mengimbau para pengunjung agar membawa kembali sampah mereka setelah menikmati keindahan situs megalit.
Unggahan tersebut kemudian memicu beragam komentar dari warganet yang turut menyayangkan perilaku sebagian pengunjung yang dianggap tidak bertanggung jawab terhadap kebersihan kawasan wisata.
Lembah Bada sendiri dikenal sebagai kawasan yang memiliki banyak situs megalit yang tersebar di beberapa titik. Keberadaan patung-patung batu purba tersebut hingga kini masih menjadi misteri bagi para arkeolog mengenai asal-usul dan tujuan pembuatannya.
Karena itu, menjaga kelestarian kawasan tersebut tidak hanya penting bagi sektor pariwisata, tetapi juga bagi upaya pelestarian sejarah dan kebudayaan Indonesia.***
Editor : Muhammad Awaludin