Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

NTP Sulawesi Tengah Februari 2026 Turun 1,94 Persen Jadi 99,34

Muhammad Awaludin • Minggu, 8 Maret 2026 | 11:00 WIB

Aktivitas petani di lahan pertanian. Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Tengah pada Februari 2026 tercatat 99,34 atau turun 1,94 persen dibanding bulan sebelumnya.
Aktivitas petani di lahan pertanian. Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Tengah pada Februari 2026 tercatat 99,34 atau turun 1,94 persen dibanding bulan sebelumnya.

RADAR PALU –Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Sulawesi Tengah pada Februari 2026 tercatat 99,34 atau turun 1,94 persen dibandingkan Januari 2026 yang sebesar 101,30. Penurunan ini menunjukkan melemahnya daya beli petani di wilayah perdesaan.

Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah menyebutkan, turunnya NTP dipengaruhi oleh penurunan indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 1,40 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) justru mengalami kenaikan 0,55 persen. 

 

 

 

NTP merupakan indikator untuk melihat kemampuan atau daya beli petani yang dihitung dari perbandingan antara harga hasil pertanian yang diterima petani dengan harga barang dan jasa yang harus mereka bayar, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun biaya produksi. 

Secara gabungan, indeks harga yang diterima petani pada Februari 2026 tercatat 125,56, sedangkan indeks harga yang dibayar petani mencapai 126,40.

Hortikultura Tertinggi, Tanaman Pangan Terendah

Berdasarkan subsektor, nilai NTP tertinggi pada Februari 2026 terjadi pada subsektor hortikultura yang mencapai 118,89. Angka ini meningkat 11,53 persen dibandingkan Januari 2026 yang sebesar 106,60.

Peningkatan tersebut dipicu oleh naiknya indeks harga yang diterima petani hortikultura sebesar 12,12 persen, terutama dari kelompok sayur-sayuran yang meningkat 13,62 persen serta buah-buahan yang naik 3,23 persen.

Sebaliknya, NTP terendah terjadi pada subsektor tanaman pangan yang tercatat 90,64, turun 0,70 persen dibandingkan bulan sebelumnya. 

Selain itu, beberapa subsektor lain juga mengalami perubahan, antara lain:

Tanaman perkebunan rakyat turun 4,87 persen menjadi 99,79

Peternakan turun 0,36 persen menjadi 107,74

Perikanan meningkat 1,70 persen menjadi 103,14 

Pada subsektor perikanan, kenaikan terutama terjadi pada perikanan tangkap yang meningkat 1,82 persen, sedangkan perikanan budidaya naik tipis 0,02 persen.

NTUP Sulawesi Tengah Turun

Selain NTP, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) di Sulawesi Tengah pada Februari 2026 juga mengalami penurunan.

NTUP tercatat sebesar 102,25, turun 1,41 persen dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 103,70.

Penurunan NTUP dipengaruhi oleh turunnya nilai tukar pada subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 4,38 persen serta tanaman pangan sebesar 0,18 persen.

Meski demikian, beberapa subsektor mencatat peningkatan, antara lain:

Hortikultura naik 11,95 persen

Perikanan naik 2,15 persen

Peternakan naik 0,63 persen

NTP Nasional Justru Meningkat 

Baca Juga: Sinergi Bulog–PPL, Tameng Petani Saat Harga Gabah Turun

Sementara itu, secara nasional kondisi berbeda terjadi. Pada Februari 2026, NTP nasional mengalami peningkatan sebesar 1,50 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Dengan kenaikan tersebut, NTP nasional tercatat sebesar 125,45, sedangkan NTUP nasional mencapai 130,74 atau meningkat 2,02 persen.

Meski secara nasional mengalami peningkatan, kondisi di Sulawesi Tengah menunjukkan penurunan daya tukar petani akibat turunnya harga sejumlah komoditas pertanian serta meningkatnya biaya yang harus ditanggung petani.

Editor : Muhammad Awaludin
#statistik pertanian Sulawesi Tengah #Nilai Tukar Petani Februari 2026 #NTP Sulawesi Tengah #BPS Sulawesi Tengah #ekonomi petani Sulteng