RADAR PALU – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah merilis rekapitulasi penjualan tiket masuk Taman Wisata Alam (TWA) Wera untuk periode Januari hingga Februari 2026.
Data tersebut dipublikasikan melalui akun Instagram resmi @bksda_sulteng yang menampilkan statistik jumlah pengunjung berdasarkan kategori.
Kunjungan Januari 2026
Pada Januari 2026, jumlah kunjungan wisatawan didominasi oleh wisatawan nusantara pada akhir pekan atau hari libur.
Rinciannya adalah Wisatawan Nusantara Hari Kerja: 75 orang, Wisatawan Nusantara Hari Libur: 101 orang, Pelajar/Mahasiswa Hari Kerja: 22 orang, Pelajar/Mahasiswa Hari Libur: 36 orang dan Wisatawan Mancanegara: 5 orang.
BKSDA Sulteng mencatat bahwa kunjungan tertinggi pada bulan tersebut berasal dari wisatawan nusantara pada akhir pekan dengan jumlah 101 pengunjung.
Selain itu, segmen pendidikan juga cukup aktif. Tercatat 58 pelajar dan mahasiswa berkunjung ke kawasan TWA Wera untuk menikmati keindahan alam sekaligus kegiatan edukasi.
Kunjungan Februari 2026
Pada Februari 2026, jumlah kunjungan mengalami peningkatan signifikan terutama pada hari libur.
Data pengunjung menunjukkan: Wisatawan Nusantara Hari Kerja: 73 orang, Wisatawan Nusantara Hari Libur: 235 orang, Pelajar/Mahasiswa Hari Kerja: 10 orang, Pelajar/Mahasiswa Hari Libur: 132 orang dan Wisatawan Mancanegara: 4 orang.
BKSDA Sulteng mencatat puncak kunjungan terjadi pada akhir pekan atau hari libur dengan total 367 pengunjung, yang merupakan gabungan wisatawan umum dan pelajar.
Sementara itu, minat dari kalangan pendidikan juga cukup tinggi. Sepanjang Februari tercatat 232 pelajar dan mahasiswa berkunjung ke kawasan wisata alam tersebut.
Destinasi Wisata Alam di Sulteng
Taman Wisata Alam Wera merupakan salah satu destinasi wisata alam yang berada di wilayah Sulawesi Tengah dan dikelola oleh BKSDA Sulteng.
Kawasan ini dikenal memiliki panorama alam yang masih alami dan menjadi salah satu lokasi yang kerap dimanfaatkan untuk wisata alam, penelitian, hingga kegiatan edukasi lingkungan bagi pelajar dan mahasiswa.
BKSDA berharap meningkatnya jumlah kunjungan dapat tetap diiringi dengan kesadaran wisatawan untuk menjaga kelestarian kawasan konservasi.(*)
Editor : Mugni Supardi