RADAR PALU – Isu prediksi gempa bumi Megathrust yang disebut akan terjadi pada 5 hingga 10 Maret 2026 di Sulawesi Tengah viral di media sosial. Informasi tersebut bahkan mencatut nama BMKG Palu dan menyebut potensi gempa yang akan disertai tsunami.
Stasiun Geofisika Kelas I Palu memastikan klaim tersebut tidak benar.
Koordinator Data dan Informasi Geofisika BMKG Palu Kelas I, Nurhayati Pimpilemba, menegaskan lembaganya tidak pernah mengeluarkan peringatan dini terkait waktu kejadian gempa.
“Segala informasi atau berita yang menyatakan bahwa akan terjadi gempa bumi besar di Sulawesi Tengah pada tanggal 5 sampai 10 Maret 2026, maka kami bisa katakan dari BMKG itu adalah murni hoaks,” tegas Nurhayati saat ditemui, Rabu (4/3/2026).
Nurhayati menjelaskan, hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi secara tepat kapan gempa bumi akan terjadi.
“BMKG ini tidak pernah mengeluarkan pernyataan prediksi waktu kejadian gempa bumi, karena sampai saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi secara akurat kapan gempa itu terjadi,” ujarnya.
Ia juga menyinggung infografis yang beredar dengan mencatut nama BMKG Palu dan menyebut adanya peringatan dini gempa yang akan disusul tsunami. Menurutnya, seluruh informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal resmi BMKG.
Sulawesi Tengah diketahui berada di wilayah rawan gempa karena dilalui sejumlah sesar aktif. Namun demikian, BMKG menegaskan tidak ada metode ilmiah yang dapat memprediksi tanggal pasti terjadinya gempa bumi.
Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya, terlebih jika mengatasnamakan institusi resmi.
Untuk memastikan kebenaran informasi, warga diminta mengikuti akun resmi Stasiun Geofisika Palu melalui Facebook dan Instagram, serta mengunduh aplikasi Info BMKG. Informasi gempa terkini juga tersedia melalui kanal Telegram dan laman resmi BMKG.
BMKG Palu mengimbau masyarakat tetap tenang, meningkatkan kesiapsiagaan, dan tidak menyebarluaskan konten yang belum terverifikasi.***
Editor : Muhammad Awaludin