RADAR PALU – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) nasional melalui program magang dosen di bidang industrialisasi dan hilirisasi nikel.
Program yang digelar di kawasan industri Morowali ini menjadi bagian dari kolaborasi strategis antara industri dan perguruan tinggi dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis nilai tambah mineral. Tak hanya berorientasi pada ekonomi, program ini juga memperkuat praktik keberlanjutan berbasis environmental, social, and governance (ESG).
HR Operation Head IMIP, Trisno Wasito, menjelaskan agenda magang dosen dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai proses hilirisasi nikel di kawasan industri terintegrasi tersebut.
“Dengan adanya pengalaman dosen itu, maka dapat memberikan wawasan dan gambaran seperti apa industri di IMIP. Mereka diharapkan memiliki pandangan lebih terkait manajemen lingkungan kerja di industri. Bagi IMIP, kegiatan magang dosen merupakan program yang menguntungkan,” kata Trisno Wasito saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/3/2026).
Dalam program ini, para akademisi mempelajari secara langsung proses pengolahan bahan baku nikel, teknologi pemurnian, rantai pasok industri baterai, hingga sistem manajemen lingkungan dan keselamatan kerja.
Para dosen juga diterjunkan langsung ke lapangan untuk memahami dinamika industri, tantangan operasional, serta inovasi teknologi yang diterapkan dalam pengolahan nikel terintegrasi.
Trisno menyebutkan, hingga kini sudah ada lima akademisi yang mengikuti program tersebut. Satu dosen berasal dari Jurusan Teknik Metalurgi Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin (Unhas), dan empat lainnya dari Akademi Teknik Industri Makassar (ATIM).
“Mereka belajar tentang proses hidrometalurgi dan pirometalurgi, di departemen safety, environmental, dan sejumlah lini produksi lainnya dalam kawasan IMIP. Ini sebenarnya untuk melengkapi magang mahasiswa,” jelasnya.
Menurutnya, magang dosen menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan program pendidikan di kampus dengan kebutuhan nyata industri.
Program ini diharapkan mampu memperkuat relevansi kurikulum pendidikan tinggi dengan perkembangan industri hilirisasi nikel. Dengan pengalaman langsung di kawasan industri, dosen dapat memperkaya materi ajar sekaligus membuka peluang kolaborasi riset antara kampus dan industri.
Ke depan, IMIP menargetkan program ini berjalan berkelanjutan guna menciptakan ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi pengolahan nikel dan transisi energi global.
Dari aspek lingkungan, peserta magang mendapatkan pemahaman tentang pengelolaan limbah industri, efisiensi energi, pengendalian emisi, hingga reklamasi dan rehabilitasi lingkungan.
Sementara dari sisi sosial dan tata kelola, para dosen mempelajari praktik transparansi perusahaan, kepatuhan regulasi, serta standar operasional kawasan industri berbasis nikel tersebut.
Trisno Wasito menegaskan, hilirisasi nikel bukan semata agenda ekonomi, tetapi bagian dari transformasi industri yang bertanggung jawab dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Secara langsung manfaat bagi IMIP adalah terciptanya hubungan dan sinergi baik antara industri serta akademisi. Kami memandang sinergi dengan perguruan tinggi sebagai langkah strategis dalam mendukung agenda hilirisasi nasional,” tandasnya.
Melalui program magang dosen ini, IMIP menegaskan perannya sebagai kawasan industri penggerak utama yang tak hanya menyerap tenaga kerja dan menekan angka pengangguran terbuka, tetapi juga berkontribusi menciptakan SDM unggul untuk masa depan industri nikel Indonesia.***
Editor : Muhammad Awaludin