RADAR PALU - Bupati Delis Julkarson Hehi menyerahkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Morowali Utara berupa peralatan usaha kepada kelompok penerima manfaat di Kecamatan Lembo dan Lembo Raya, Minggu (1/3/2026).
Program BKK tersebut telah berjalan memasuki tahun keempat sebagai inovasi daerah berbasis aspirasi masyarakat.
Penyerahan bantuan yang turut dihadiri Anggota DPD RI Febriyanthi Hongkiriwang ini menegaskan komitmen Pemkab Morut dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi desa dan mendorong usaha masyarakat berbasis desa.
Febriyanthi menjelaskan, pembangunan desa akan tumbuh seiring bergeraknya ekonomi lokal. Melalui BKK, ibu rumah tangga dan kelompok usaha memperoleh tambahan modal untuk mengembangkan berbagai jenis usaha produktif.
Ia mengimbau agar penerima manfaat mengelola bantuan secara bertanggung jawab agar berkelanjutan dan terus menggerakkan ekonomi desa di daerah itu.
Jika ekonomi desa bergerak, lanjutnya, daerah akan semakin maju dan visi mewujudkan Morowali Utara yang sehat, cerdas, dan sejahtera akan tercapai.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Morut Andi Parenrengi melaporkan, di Kecamatan Lembo terdapat 19 kelompok baru dan 43 kelompok pengembangan. Total penerima BKK Lembo mencapai 62 kelompok.
Sementara itu, di Kecamatan Lembo Raya terdapat 8 kelompok baru dan 27 kelompok pengembangan, dengan total 35 kelompok penerima BKK Lembo Raya.
Dalam sambutannya, Bupati Delis menyampaikan apresiasi kepada kelompok pengembangan yang dinilai sukses mengelola usaha hingga kembali menerima bantuan.
Menurutnya, keberlanjutan bantuan mencerminkan keseriusan dan tanggung jawab dalam berusaha.
Kepada kelompok baru, Bupati berharap agar bantuan BKK dikelola dengan baik sehingga mampu meningkatkan penghasilan keluarga dan kesejahteraan masyarakat desa.
Ia menekankan bahwa tidak semua daerah memiliki program serupa dan tidak semua warga mendapat kesempatan yang sama.
"Semua bisnis besar dimulai dari bisnis kecil," tegas Delis.
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimcam, kepala desa se-Kecamatan Lembo dan Lembo Raya, kelompok penerima manfaat, serta para pendamping desa. (***)
Editor : Muchsin Siradjudin