"Delapan kali aktivitas gempa susulan," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro dihubungi Radar Palu Jawa Pos Group, Sabtu malam.
Sebelumnya, BMKG memastikan gempa magnitudo 5,5 itu tidak berpotensi tsunami.
Hasil analisis menunjukkan episenter gempa berada pada koordinat 1,25° LU dan 121,01° BT, atau tepatnya di darat sekitar 50 kilometer timur laut Tolitoli dengan kedalaman 10 kilometer.
Dengan kedalaman yang tergolong dangkal, gempa dipicu aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal).
BMKG melaporkan guncangan dirasakan cukup kuat di Tolitoli dan Buol dengan intensitas IV MMI, yakni dirasakan banyak orang di dalam rumah pada siang hari. Sementara di Pohuwato Gorontalo, getaran dirasakan pada skala II–III MMI, terasa nyata di dalam rumah seperti ada truk berlalu.
"Hingga kini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut," tambah Djadti Cipto Kuncoro.(*)
Editor : Mugni Supardi