Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Setahun Anwar–Reny, Kemiskinan Sulteng Turun ke 10,52 Persen

Mugni Supardi • Senin, 23 Februari 2026 | 13:30 WIB

Pada tahun pertama kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur Reny Lamadjido, sejumlah indikator kesejahteraan Sulteng dilaporkan menunjukkan tren perbaikan.
Pada tahun pertama kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur Reny Lamadjido, sejumlah indikator kesejahteraan Sulteng dilaporkan menunjukkan tren perbaikan.

RADAR PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah merilis capaian indikator kesejahteraan masyarakat dalam satu tahun kepemimpinan Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si dan Wakil Gubernur dr. Reny A Lamadjido, Sp.PK., M.Kes.

Berdasarkan data yang dipublikasikan melalui akun resmi Pemprov Sulteng, persentase penduduk miskin pada September 2025 tercatat 10,52 persen, turun 0,40 persen poin dibandingkan Maret 2025.

Di sisi ketimpangan, gini ratio Sulawesi Tengah berada pada angka 0,277 per September 2025. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan gini ratio nasional yang tercatat 0,363, menunjukkan tingkat ketimpangan pengeluaran di daerah ini relatif lebih baik dari rata-rata nasional.

Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka pada November 2025 tercatat 2,89 persen, turun 0,03 persen dibandingkan Agustus 2025.

Adapun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Tengah tahun 2025 mencapai 72,82, atau tumbuh 0,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemprov Sulteng menyebut capaian tersebut sebagai bagian dari komitmen menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata melalui visi Sulteng Nambaso (Berdaulat, Adil, Sejahtera, dan Setara) dalam tahun pertama pemerintahan Anwar–Reny.

Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan upaya penurunan kemiskinan, pengangguran, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat akan terus menjadi prioritas ke depan.(*)

Editor : Mugni Supardi
#kesejahteraan rakyat Sulteng #Anwar Hafid #gini ratio Sulteng #Pengangguran Sulteng #kemiskinan Sulteng 2025 #Reny Lamadjido #IPM Sulawesi Tengah #Sulteng Nambaso