RADAR PALU - Persiapan Haul ke-58 Habib Idrus bin Salim Al-Jufri atau Guru Tua mulai dimatangkan di Palu. Rapat keluarga besar Yayasan Masjid Alkhairaat digelar menjelang berbuka puasa, Jumat (21/2), di Masjid Alkhairaat.
Agenda tahunan ini diperkirakan kembali menyedot jamaah dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.
Wakil Ketua Panitia, Sayyid Ir. Alwi bin Muhammad Al-Jufri, menyebut soliditas panitia menjadi perhatian utama. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan tingginya antusiasme jamaah yang datang tidak hanya dari Sulawesi Tengah, tetapi juga dari luar daerah hingga luar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan Arab Saudi.
“Haul ini bukan hanya dihadiri masyarakat Kota Palu, tetapi jamaah dari seluruh nusantara bahkan luar negeri. Karena itu dibutuhkan kekompakan panitia,” ujarnya.
Rapat kali ini fokus pada penyusunan dan pemantapan struktur kepanitiaan. Setelah struktur final, masing-masing divisi akan menggelar rapat internal untuk menyusun program kerja.
Hasilnya akan kembali dibahas dalam rapat besar sebagai bentuk koordinasi lanjutan.
Tahun ini, panitia mengangkat tema pendidikan berkelanjutan. Tema tersebut dinilai relevan dengan perjuangan Guru Tua yang dikenal sebagai tokoh sentral pengembangan pendidikan Islam melalui Alkhairaat.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, sejumlah lembaga pendidikan di bawah naungan Alkhairaat dijadwalkan membuka pameran pendidikan. Pameran itu akan menampilkan program serta aktivitas santri selama menempuh pendidikan.
Panitia berharap haul ke-58 ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi ruang memperkenalkan kontribusi pendidikan Alkhairaat kepada masyarakat luas.
Sejumlah agenda lain masih dalam tahap pematangan dan akan diumumkan dalam waktu dekat.
Haul Guru Tua setiap tahun menjadi salah satu agenda keagamaan terbesar di Sulawesi Tengah. Selain bernilai religius, kegiatan ini juga berdampak pada pergerakan ekonomi lokal, mulai dari sektor transportasi, penginapan, hingga pelaku UMKM di Kota Palu.***
Editor : Muhammad Awaludin