RADAR PALU – Pemberlakuan sistem buka tutup di ruas Jalan Trans Sulawesi wilayah Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menuai keluhan dari masyarakat.
Kebijakan tersebut diterapkan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) dalam rangka proyek perbaikan jalan di jalur utama Jalan Trans Sulawesi.
Ruas jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Sulawesi Tengah dengan Sulawesi Selatan dan Gorontalo. Selain menjadi jalur mobilitas warga, jalan ini juga berperan penting dalam distribusi logistik antardaerah.
Namun, minimnya sosialisasi terkait jadwal dan durasi buka tutup membuat sejumlah pengguna jalan terjebak antrean panjang.
Sejumlah warga mengaku tidak memperoleh informasi sebelumnya mengenai rekayasa lalu lintas tersebut. Kondisi ini semakin dikeluhkan karena terjadi pada bulan Ramadan dan menjelang arus mudik Idul Fitri, saat intensitas perjalanan meningkat.
“Kalau ada pemberitahuan lebih awal, kami bisa atur waktu berangkat atau cari jalur alternatif. Ini banyak yang baru tahu setelah sampai di lokasi,” ujar salah seorang pengendara yang melintas di kawasan Sausu, Sabtu (22/2/2026).
Informasi yang dihimpun, pemberlakuan buka tutup jalan berlangsung di ruas Sausu Torono hingga Sausu Piore dan direncanakan berjalan hingga pertengahan Maret mendatang. Kendaraan dari dua arah harus bergantian melintas karena adanya pekerjaan perbaikan badan jalan.
Masyarakat berharap BPJN bersama instansi terkait dapat memperluas sosialisasi, baik melalui media sosial, pemasangan papan informasi di titik strategis, maupun koordinasi dengan aparat kepolisian setempat.
Dihubungi secara terpisah, Direktur Lalu Lintas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol Agung Tri W, merespons keluhan tersebut.
“Terima kasih infonya. Saya akan koordinasikan dengan BPJN dan upayakan agar tidak terjadi antrean yang terlalu panjang,” ujarnya singkat.
Warga berharap koordinasi lintas instansi dapat segera dilakukan agar arus lalu lintas tetap lancar, khususnya menjelang puncak arus mudik Lebaran.
Editor : Muhammad Awaludin