Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Mahasiswa Untad Bawa Nama Palu ke Festival Foto Internasional di Yogyakarta

Ade Safitri • Senin, 16 Februari 2026 | 17:26 WIB
Karya mahasiswa FISIP Untad dipamerkan dalam Indonesia International Youth Photo Festival 2026 di ISI Yogyakarta.
Karya mahasiswa FISIP Untad dipamerkan dalam Indonesia International Youth Photo Festival 2026 di ISI Yogyakarta.

RADAR PALU - Anak muda Palu kembali unjuk kualitas di panggung nasional. Dua mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tadulako, tampil di Indonesia International Youth Photo Festival (IIYPF) 2026 di Yogyakarta.

Bukan sekadar ikut. Karya mereka lolos kurasi dan dipamerkan di ruang galeri Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta—ruang yang selama ini jadi etalase karya fotografer dari berbagai daerah, bahkan mancanegara. 

 

 

 

Risky Wirawan (22), mahasiswa Antropologi angkatan 2022, memulai langkahnya dari kompetisi Inter Salon yang digelar Federasi Perkumpulan Seni Foto Indonesia bersama Universitas Kristen Maranatha. Ajang itu dikhususkan bagi fotografer di bawah 25 tahun. 

Dari sana, ia menyabet Juara 1 dan Juara 3 sekaligus. Kemenangan itu menjadi pintu menuju IIYPF 2026 bertema “Visual Symphony: Melodies of the World in a Frame”.

“Awalnya ikut Inter Salon. Fotonya menang, lalu diundang ikut pameran IIYPF,” kata Risky, Senin (16/2).

Tak sendirian, Dhea Septi Alisa dari Prodi Ilmu Komunikasi yang tergabung dalam organisasi Sarana Pencinta Fotografi (SPOT) FISIP Untad juga lolos kurasi.

Karya mereka dipamerkan di Galeri R.J. Katamsi dan Galeri Pandeng, ISI Yogyakarta, selama 5–14 Februari. Festival ini digarap kolaborasi Himpunan Seni Foto Amatir Yogyakarta, HMJ Fotografi ISI, Unit Fotografi UGM, dan Duta Wacana Photography Club. 

Risky sendiri bukan nama baru di lomba fotografi. Ia mencatat lima kemenangan regional dan lima tingkat nasional. Sementara Dhea lebih banyak mengikuti program pengembangan seperti Fotografi Cerita Dari Timur dari PannaFoto Institute dan tampil di Jakarta International Photography Festival 2022.

Di IIYPF 2026, Dhea mengangkat karya berjudul “The Measure of Waiting” yang bercerita tentang Tari Masao dari Lembah Besoa, Poso, Sulawesi Tengah.

Selama di Yogyakarta, keduanya juga mengikuti tiga workshop besar, termasuk storytelling fotografi. Pertemuan dengan fotografer dari Bali, Padang hingga luar negeri menjadi pengalaman yang memperluas jejaring sekaligus perspektif.

Universitas Tadulako memberikan dukungan biaya akomodasi sebesar Rp4.070.000 untuk Risky dan Rp1.500.000 untuk Dhea.

Bagi Risky, pengalaman ini jadi pengingat bahwa anak daerah tak perlu merasa kecil.

“Berani saja. Ternyata tidak semenakutkan itu bersaing di luar,” ujarnya.***

Editor : Muhammad Awaludin
#FISIP Untad #Radar Palu #Festival fotografi Yogyakarta #mahasiswa untad #IIYPF 2026 #Fotografer Palu