Disaksikan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tengah (Sulteng) Dr. H. Junaidin, Kabid Pendis Kanwil Kemenag, Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Palu Dr. Ahmad Hasni.
Hadir pula, Ketua Baznas Sulteng Hatamuddin Tamrin, Ketua BWI Sulteng Dr. H. Gasim Yamani, Kepala MAN IC Palu Hj. Mardiati Rosmah, S.Ag., M.Ag, Kepala TU MAN IC ustad Umar Sahori, Pengawas MAN IC Nurhayati Nadra, dan Ketua Komite MAN IC Dr. Jamil, serta seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan di MAN IC Palu.
Pada kesempatan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Lima Kubah itu, di depan Staf Ahli Gubernur M. Muchlis, Kakanwil Kemenag H. Junaidin mengingatkan sebagai madrasah unggulan tentu melayani anak-anak cerdas. Harus disertai dengan fasilitas dan sarana penunjang atau pendukung yang memadai.
"Masih ada infrastruktur yang kurang. Jalan-jalan di dalam lingkungan MAN IC ini belum memadai. Mohon bantuannya dari pemerintah provinsi, " ujar Kakanwil.
Demikian pula yang dijelaskan Kamad MAN IC, Hj. Mardiati Rosmah, butuh pagar keliling madrasah. Selain jalan utama di depan madrasah yang sudah dibangun Pemerintah Kota Palu.
"Ada sembilan sekuriti, sudah melaksanakan tugasnya, berjaga dengan baik. Tapi ternak sapi dan kambing selalu masuk, yang sering memakan tanaman yang ada di halaman MAN IC, " ungkapnya.
Tak lupa Mardiati juga menerangkan filosofi lima kubah, adalah waktu salat. "Semoga anak anak kita bisa menjaga salatnya," serunya.
Sedangkan Kakanwil, mengatakan masjid adalah jantungnya madrasah. Tiga pilar utama yang harus dibangun adalah iman, ilmu, dan amaliyah.
"Mengasah aspek spiritual dari madrasah. Semangat madrasah hadir untuk iman dan spiritual. Anak-anak kita ini adalah unggulan yang hidup di tengah masyarakat, " kata Kakanwil.
Kakanwil meminta, agar ID masjid mohon diurus. Karena untuk mendapatkan bantuan harus sudah ada ID.
Disambutan penutup, peletakan batu pertama Staf Ahli Gubernur, M. Muchlis menjelaskan mengenai program Gubernur Sulteng H. Anwar Hafid, dan Wakil Gubernur (Wagub) Sulteng dr. Renny Lamadjido, yaitu BERANI cerdas dan BERANI Lancar.
"Terkait dengan program yang berhubungan dengan kebutuhan MAN IC yaitu BERANI Lancar dan BERANI Cerdas. Begitu juga dengan bantuan pembangunan Masjid Lima Kubah MAN IC dapat dilakukan dan menghubungi Biro Kesra Kantor Gubernur Sulteng, " ujar Muchlis.
"Bisa diusulkan kepada bapak Gubernur, " ucapnya.
Selanjutnya, kegiatan ketiga hari itu, pembinaan guru dan tenaga kependidikan MAN IC Palu.
Menurut Kakanwil, H. Junaidin, dalam pembinaan yang paling utama adalah kekompakan dan tugas melayani.
"Kita harus melangkah bersama, baik pimpinan hingga bawahan kita, " seru Kakanwil.
Sosok ASN, menurut Kakanwil juga harus berkarakter, dan berintegritas, yakni persesuaian antara kata dan perbuatan. Kita jaga secara konsisten.
"Karena ini MAN IC, kita harus berintegritas dengan komitmen menjaga sikap konsistensi, " tegasnya.
Kemudian, jajaran MAN IC Palu tetap menjaga kepuasan publik.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin