Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Kemiskinan di Sigi Turun ke 10,47 Persen, Pemkab Akui Data Masih Jadi Tantangan

Angel Sumbara • Minggu, 15 Februari 2026 | 11:54 WIB
Moh. Rizal Intjenae (FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).
Moh. Rizal Intjenae (FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).

RADAR PALU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi mencatat penurunan signifikan angka kemiskinan pada 2025. Namun di balik capaian tersebut, persoalan akurasi dan sinkronisasi data bantuan sosial masih menjadi tantangan utama yang harus segera dibenahi.

Bupati Sigi Moh. Rizal Intjenae menyebut, melalui berbagai intervensi seperti bantuan pangan dan program gizi tepat sasaran, angka kemiskinan di Kabupaten Sigi berhasil ditekan hingga 10,47 persen pada 2025, turun dari 12,83 persen pada tahun sebelumnya.

“Menurunkan angka kemiskinan itu tidak mudah. Tapi melalui aksi nyata dan intervensi yang tepat sasaran, kita bisa menurunkannya secara signifikan,” kata Rizal saat ditemui awak media di Sigi, Kamis (13/1/2025).

Meski demikian, Rizal mengakui masih terdapat persoalan mendasar, khususnya pada ketidaksinkronan data kepesertaan jaminan sosial dan bantuan bagi warga tidak mampu. Kondisi tersebut berpotensi membuat bantuan tidak sepenuhnya tepat sasaran.

“Saat ini persoalan data masih menjadi pekerjaan rumah. Karena itu, penguatan satu data sangat penting agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” ujarnya.

Sebagai upaya pembenahan, Pemkab Sigi telah menjalankan Program Satu Data Kependudukan untuk mempercepat pelaporan peristiwa kematian agar segera tercatat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan terintegrasi dengan data kemiskinan serta bantuan sosial di Dinas Sosial.

Rizal menegaskan, penurunan kemiskinan seharusnya berbanding lurus dengan berkurangnya beban anggaran jaminan sosial daerah. Oleh karena itu, seluruh kepala desa diminta menjadikan pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi lokal sebagai program prioritas di tingkat desa.

“Seluruh Organisasi Perangkat Daerah akan melakukan pengawalan serius untuk menyukseskan program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sigi,” tegasnya.

Selain kemiskinan, Pemkab Sigi juga mencatat penurunan signifikan angka stunting. Pada 2025, prevalensi stunting turun menjadi 11,55 persen, jauh menurun dibandingkan angka sebelumnya yang mencapai 33 persen.

Berdasarkan data pemerintah daerah, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sigi pada 2024 tercatat 31.470 jiwa, sementara masyarakat miskin ekstrem mencapai 5.080 jiwa atau 2,07 persen dari total penduduk.(***)

 

   

Editor : Muchsin Siradjudin
#Program satu data kependudukan #Bantuan harus diterima masyarakat #Menyukseskan program pengentasan kemiskinan #Bantuan bagi warga tidak mampu