RADAR PALU - Arah riset pembangunan Sulawesi Tengah mulai dipersempit. Pemerintah daerah ingin inovasi benar-benar menjawab kebutuhan wilayah, bukan sekadar agenda tahunan.
Dalam rapat koordinasi pekan ini, fokus riset diselaraskan dengan sembilan program prioritas daerah menuju 2025–2029.
Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Sulawesi Tengah (BRIDA) menggelar rapat strategis belum lama ini di Ruang Rapat Inovasi.
Pertemuan itu membahas penguatan kelembagaan sekaligus penyelarasan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Inovasi Daerah.
Pembahasan juga mengerucut pada Identifikasi Riset Pembangunan Kewilayahan yang merujuk pada Rencana Induk Pembangunan Jangka Panjang Daerah.
Ke depan, fokus riset diarahkan untuk mendukung sembilan program prioritas yang menjadi penopang visi Sulawesi Tengah 2025–2029.
Kepala BRIN Sulawesi Tengah, Christina Shandra Tobondo, turut hadir dalam forum tersebut.
Kehadirannya dinilai penting untuk memastikan sinergi antara riset daerah dan kebijakan riset nasional yang dikoordinasikan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Forum ini menjadi ruang menjembatani kebutuhan data pemerintah daerah dengan metodologi riset yang lebih presisi dan terukur.
BRIDA menegaskan komitmennya membangun ekosistem riset yang inklusif, dengan inovasi sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan kewilayahan.
Di akhir pertemuan, dibahas pula milestone Rumah Riset dan Inovasi Daerah (RRID) berbasis potensi dan karakteristik wilayah.
Perangkat daerah teknis dan akademisi diminta menyampaikan ide riset prioritas serta melengkapi tahapan pengembangan sesuai template yang berlaku.
Langkah ini diharapkan membuat riset tidak berhenti pada dokumen, tetapi menjadi fondasi kebijakan yang lebih tepat sasaran.***
Editor : Muhammad Awaludin