Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

FK Untad Mulai Cetak Dokter Spesialis Sendiri, Tak Lagi Bergantung ke Luar Daerah

Muhammad Awaludin • Jumat, 13 Februari 2026 | 13:36 WIB
Peluncuran tiga Prodi Spesialis di FK Untad menjadi langkah baru pemenuhan dokter spesialis di Sulawesi Tengah.
Peluncuran tiga Prodi Spesialis di FK Untad menjadi langkah baru pemenuhan dokter spesialis di Sulawesi Tengah.

RADAR PALU - Selama ini, banyak pasien di Sulawesi Tengah harus menunggu.

Menunggu jadwal dokter spesialis. Menunggu rujukan. Bahkan menunggu kepastian, apakah tenaga medis tersedia di daerahnya. 

 

 

 

Jumat (13/2/2026), Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako resmi membuka tiga Program Studi Spesialis (Sp-1): Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Bedah, serta Ilmu Penyakit Dalam. Langkah ini menandai babak baru pendidikan kedokteran di Palu. 

Bukan hanya soal akademik. Ini soal kebutuhan riil di lapangan.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menyebut pembukaan prodi ini sebagai jawaban atas masih terbatasnya dokter spesialis di sejumlah kabupaten/kota.

“Daerah kita masih kekurangan. Pendidikan spesialis harus hadir di sini agar kita tidak terus bergantung,” ujarnya.

Selama bertahun-tahun, dokter umum yang ingin melanjutkan pendidikan spesialis harus ke luar provinsi. Tidak sedikit yang kemudian menetap di tempat lain setelah lulus. 

Kini, dengan prodi dibuka di Palu, harapannya lebih banyak tenaga spesialis lahir dan mengabdi di Sulawesi Tengah.

Pemprov, kata Reny, telah menyiapkan dukungan sarana prasarana dan pembiayaan mahasiswa melalui program Berani Cerdas. Anggaran untuk itu sudah disiapkan tahun ini.

Rektor Universitas Tadulako, Prof. Amar, menilai langkah ini memperkuat peran kampus sebagai pusat pendidikan kedokteran di kawasan timur Indonesia.

Kemitraan dengan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin juga menjadi bagian dari penguatan mutu akademik.

Pihak kampus berkomitmen menghadirkan dokter spesialis senior sebagai pendidik agar kualitas lulusan tetap terjaga. 

Grand launching ditandai dengan pemukulan gimba.

Namun yang lebih penting adalah proses panjang setelahnya — ruang praktik, ruang diskusi, dan pasien-pasien yang kelak dilayani oleh dokter-dokter hasil didikan sendiri.

Bagi masyarakat, ini bukan sekadar pembukaan program studi.

Ini tentang harapan agar layanan kesehatan semakin dekat dan tidak selalu harus ke luar daerah.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Prodi Spesialis FK Untad #dokter spesialis Palu #Radar Palu #Pendidikan kedokteran Sulteng #Layanan kesehatan daerah #Universitas Tadulako