RADAR PALU - Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Sulawesi Tengah tahun 2024 tercatat naik tipis.
Namun di balik kenaikan itu, ada catatan penting. Aspek kebebasan justru mengalami penurunan cukup tajam.
Hal itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) IDI periode 2025 yang digelar di Palu, Kamis (12/2/2026).
Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng, Novalina, yang mewakili gubernur, menyebut IDI bukan sekadar angka statistik.
Menurutnya, indeks tersebut mencerminkan kualitas tata kelola pemerintahan, partisipasi publik, hingga penghormatan hak asasi.
IDI sendiri mengukur tiga aspek utama: kebebasan sipil, hak-hak politik, dan kapasitas lembaga demokrasi.
Data terakhir menunjukkan skor IDI Sulteng 2024 naik tipis. Namun aspek kebebasan turun 14,53 poin.
Penurunan itu dipicu melemahnya indikator kebebasan berkumpul, berekspresi, dan menyampaikan pendapat.
Novalina menekankan pentingnya pengumpulan dan verifikasi data yang objektif agar hasilnya benar-benar menggambarkan kondisi riil di lapangan.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan menjaga iklim demokrasi yang kondusif.
“Demokrasi bukan hanya soal pemilu, tetapi juga budaya dialog dan penghormatan terhadap perbedaan,” ujarnya.
Menurutnya, demokrasi yang stabil akan berdampak pada iklim investasi dan kesejahteraan masyarakat.***
Editor : Muhammad Awaludin