RADAR PALU - Memasuki pertengahan pekan, pola cuaca di Sulawesi Tengah kembali bergeser.
BMKG memprakirakan hujan berpeluang turun di banyak wilayah, seiring meningkatnya kelembapan udara setelah periode kering beberapa waktu lalu.
Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Aljufri Palu mencatat, dalam beberapa hari ke depan cuaca Sulteng didominasi berawan hingga hujan sedang, terutama pada sore sampai malam.
Wilayah yang berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat antara lain Parigi Moutong, Sigi, Poso, Donggala, Tojo Una-Una, Morowali, Morowali Utara, Banggai, serta perairan Laut Banggai.
Sementara itu, Kota Palu diprakirakan cenderung mengalami hujan ringan. Karakter cuaca lokal yang cepat berubah membuat intensitas hujan di ibu kota provinsi relatif lebih rendah dibanding daerah penyangga.
“Peluang hujan meluas di banyak wilayah Sulawesi Tengah. Palu cenderung lebih ringan,” kata Prakirawan BMKG, Lilik Ardiyanto, Rabu (11/2/2026).
BMKG menjelaskan, peningkatan peluang hujan dipicu kembalinya suplai uap air ke wilayah Indonesia bagian tengah. Sebelumnya, sistem siklon tropis di timur Filipina menarik massa uap air sehingga pembentukan awan hujan berkurang dan memicu periode kering cukup panjang pada Januari.
Kondisi kering tersebut sempat meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah titik.
Selain potensi hujan di daratan, BMKG juga mengingatkan kondisi laut. Gelombang setinggi 1,25–2,5 meter diperkirakan terjadi di Banggai Utara, Banggai Timur, Kepulauan Banggai, dan Laut Banggai.
Nelayan perahu kecil diminta mempertimbangkan faktor keselamatan sebelum melaut dan rutin memantau pembaruan cuaca.
Untuk aktivitas harian, warga disarankan menyesuaikan rencana kegiatan luar ruang, membawa perlengkapan hujan, serta menghindari pembakaran lahan maupun sampah.***
Editor : Muhammad Awaludin