RADAR PALU - Waspada terhadap rekan sendiri dalam hal membantu pengajuan permohonan kredit sebuah sepeda motor, atas nama anda sendiri secara administrasi ke sebuah dealer jika anda tidak ingin terjebak pada praktik penipuan dan penggelapan unit motor tersebut, yang dilakukan oleh rekan sendiri yang anda bantu atas permohonan kredit tersebut.
Seperti halnya yang dialami Rizal (20) warga Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Dimana permasalahan yang dialami Rizal ini, berawal karena adanya hubungan pertemanan dengan FRQ (20), warga Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu.
Suatu ketika FRQ meminta bantuan kepada Rizal untuk permohonan kredit sebuah sepeda motor jenis Genio ke sebuah dealer atas nama Rizal dengan alasan FRQ untuk dipakai sehari- hari ke tempat kerjanya di sebuah toko di Kota Palu.
Lalu tanpa berpikir panjang, Rizal-pun membantu FRQ untuk mengajukan permohonan kredit motor tersebut atas nama Rizal, hingga pengambilan kredit motor itu disetujui dan dimiliki oleh FRQ.
Menurut Rizal, saat pengajuan berkas permohonan kredit motor ke dealer, Rizal datang bersama FRQ dan saudaranya bernama FDL pada September 2025. Sehingga FDL saudaraya FRQ itu sendiri mengetahui jelas kalau permohonan kredit motor tersebut diajukan atas nama Rizal.
Selanjutnya setelah proses permohonan itu disetujui maka mulai Oktober 2025 FRQ menyetor angsuran pertama ke leasing tempat pembayaran angsuran tersebut.
Namun seiring perjalanan waktu, pembayaran angsuran itu menunggak hingga tiga bulan berturut-turut, sejak November, Desember 2025 hingga Januari 2026.
" Tunggakan pembayaran angsuran motor itu saya ketahui setelah pihak leasing ba telpon sama saya. Menyampaikan, bahwa pembayarannya sudah menunggak tiga bulan, " jelas Rizal kepada media ini.
Sehingga untuk memastikannya, Rizal mendatangi rumah FRQ dengan maksud menyampaikan soal tunggakan tersebut, namun saat itu FRQ tidak ada dirumahnya.
Bahkan saudaranyapun kata Rizal, mengaku tidak lagi mengetahui keberadaan FRQ entah pergi ke mana. Saat dihubungi melalui telepon, nomornya tidak aktif lagi
Upaya itu dilakukan Rizal, karena pihak leasing tetap mendatanginya terkait tunggakan angsuran dengan menggunakan nama Rizal.
"Jadi, saya ini hanya atas nama saat ambil kredit, tapi motor itu FRQ yang menggunakannya. Sementara keberadaan FRQ saat ini saya tidak tahu, begitupun motor tersebut," ujar Rizal, dengan nada kesal.
Kepada media ini, Rizal bersama kedua orang tuanya sangat berharap, juga kepada semua pihak yang mengenal FRQ agar dapat membantu menyampaikan informasi dimana keberadaanya FRQ saat ini, melalui nomor WhatsApp (WA) 0858 4903 **** atas nama Rizal.
" Kasian anak saya Rizal sudah menjadi korban gara-gara FRQ yang tidak tau diri, setelah dibantu anak saya. Insaallah, saya bersama keluarga tetap akan mengadukan peristiwa ini ke pihak Kepolisian untuk dapat melakukan penyelidikan dimana keberadaannya FRQ saat ini," ujar ibu Rizal kepada media ini.(***)