Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Imigrasi Palu Siap Jadi Garda Depan Bandara Internasional, Berharap Fasilitas Keimigrasian Segera Terpenuhi

Agung Sumandjaya • Selasa, 10 Februari 2026 | 11:19 WIB

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Muhammad Akmal  (dua dari kiri) bersama managemen Jawa Pos Radar Palu, yang dipimpin Direktur Radar Palu, Murthalib (tengah) saat melakukan silahturahmi.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Muhammad Akmal (dua dari kiri) bersama managemen Jawa Pos Radar Palu, yang dipimpin Direktur Radar Palu, Murthalib (tengah) saat melakukan silahturahmi.
RADAR PALU – Rencana peningkatan status Bandara Mutiara SIS Al-Jufri menjadi bandara internasional tidak hanya membuka jalur penerbangan baru Palu–China, tetapi juga menempatkan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu sebagai garda terdepan pengawasan pintu masuk negara di Sulawesi Tengah.

Menghadapi agenda strategis yang dijadwalkan mulai 17 April 2026 tersebut, Imigrasi Palu memastikan kesiapan penuh dari sisi tugas dan fungsi keimigrasian. Mulai dari sumber daya manusia, alur pemeriksaan penumpang, hingga dukungan teknologi pengawasan berbasis digital dan biometrik.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Muhammad Akmal, menegaskan hal tersebut saat menerima kunjungan silaturahmi manajemen Jawa Pos Radar Palu yang dipimpin Direktur Murtalib SH, didampingi General Manager Ismail Kamur dan Pemred Radar Palu Online Mohammad Awaludin, Senin (9/2/2026).

Baca Juga: Satgas Turun Pasar, Minyak Kita Dijual Mahal! Harga Tembus Rp18 Ribu di Palu

“Imigrasi pada prinsipnya siap. Kami pelaksana di pintu gerbang kedatangan WNA. Begitu bandara ditetapkan internasional dan rute luar negeri dibuka, kami langsung operasional,” tegasnya.

Untuk mendukung operasional tersebut, Imigrasi Palu telah mengajukan kebutuhan sarana dan prasarana kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Fasilitas yang diajukan meliputi komputer berperforma tinggi, perangkat biometrik, finger print, pemindai paspor, printer stiker pendaratan, server, CCTV, hingga ruang detensi. Seluruhnya merupakan standar baku Direktorat Jenderal Imigrasi dan terhubung dengan sistem nasional maupun internasional.

Salah satu teknologi kunci yang akan diterapkan adalah Passenger Analytic Unit (PAU), sistem analisis penumpang yang memungkinkan pengawasan dilakukan bahkan sebelum pesawat mendarat.

Baca Juga: Retret ASN Kristen, Anwar Hafid Tekankan Integritas dan Pelayanan

“Begitu penumpang membeli tiket, datanya sudah masuk sistem. Kami bisa cek apakah yang bersangkutan masuk daftar cekal, terhubung dengan Interpol, atau memiliki masalah dokumen perjalanan. Saat tiba, tinggal pencocokan,” jelasnya.

Tak hanya itu, pengawasan berlapis juga diterapkan melalui CCTV dan teknologi face recognition yang memantau pergerakan penumpang sejak turun dari pesawat hingga menuju konter pemeriksaan imigrasi.

Namun di balik kesiapan sistem dan sumber daya, Imigrasi Palu mengakui masih menghadapi kendala pemenuhan sarana pendukung.

Baca Juga: Bakal Diserahkan ke Pemkot Palu, Jalan Menuju Jembatan IV Dilarang untuk Pesepeda dan Aktivitas Berjualan

Dari total kebutuhan anggaran sekitar Rp1,5 miliar, hibah yang direncanakan pemerintah daerah baru berada di kisaran Rp500–600 juta dan belum mencakup seluruh kebutuhan utama.

“Kami berharap pemenuhan sarana ini bisa segera diselesaikan. Spesifikasi tidak bisa diturunkan karena sistem Imigrasi sudah baku dan terintegrasi secara nasional,” katanya.

Terkait dibukanya rute langsung Palu–China, Imigrasi menilai jalur ini memiliki nilai strategis, terutama dalam mendukung investasi, sektor pertambangan, serta mobilitas tenaga kerja asing. Karena itu, prinsip selektif keimigrasian tetap menjadi pijakan utama dalam pengawasan.

“Kami hanya mengizinkan orang asing yang memberi manfaat dan tidak mengganggu keamanan serta ketertiban. Bandara internasional berarti peluang besar, tapi juga tanggung jawab besar,” pungkasnya.

Dengan seluruh persiapan tersebut, Kantor Imigrasi Palu optimistis mampu menjalankan peran strategisnya sebagai penjaga pintu masuk negara ketika Bandara Mutiara SIS Al-Jufri resmi beroperasi sebagai bandara internasional.

Sementara itu, Direktur Radar Palu, Murtalib, menyatakan komitmen media dalam mendukung transparansi dan penyebarluasan informasi publik terkait kinerja keimigrasian.

“Selain itu kami yang merupakan bagian dari media nasional Jawa Pos, tentu berharap kerja-kerja maksimal pihak imigrasi ini tersebar luas, tidak hanya di Sulawesi Tengah namun juga sampai ke seluruh Indonesia, lewat jaringan pemberitaan Jawa Pos Group,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi keterbukaan Kantor Imigrasi Palu terhadap media sebagai bagian dari lembaga negara yang transparan dan akuntabel.

“Terimakasih pak Kepala atas sambutannya, semoga ini jadi awal yang baik untuk kita terus berkolaborasi, yang tujuannya bagaimana daerah kita ini bisa lebih maju lagi,” pungkasnya. (*)

Editor : Agung Sumandjaya
#Radar Palu #china #bandara internasional #warga negara asing #kota palu #Imigrasi Palu