Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Infrastruktur Sulteng Butuh Triliunan, Pemprov Ajak GAPENSI Kolaborasi

Muhammad Awaludin • Selasa, 10 Februari 2026 | 08:29 WIB
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido membuka Rakerda BPD GAPENSI Sulawesi Tengah Tahun 2026 di Palu.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido membuka Rakerda BPD GAPENSI Sulawesi Tengah Tahun 2026 di Palu.

RADAR PALU – Keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan serius dalam pembangunan infrastruktur di Sulawesi Tengah. Kondisi ini mendorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memperkuat kolaborasi dengan pelaku jasa konstruksi, termasuk GAPENSI, agar pembangunan tetap berjalan berkelanjutan.

Hal itu mengemuka saat Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BPD GAPENSI Sulawesi Tengah Tahun 2026 di Ballroom Hotel Santika, Senin (9/2/2026). 

 

 

 

Dalam sambutannya, Reny menegaskan bahwa kebutuhan pembangunan infrastruktur di Sulawesi Tengah jauh melampaui kemampuan fiskal daerah. 

“Kebutuhan infrastruktur kita bukan ratusan miliar, tapi sudah triliunan rupiah. Sementara postur APBD masih sangat terbatas,” ujar Reny.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus aktif mendorong dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Pasalnya, sebagian besar belanja pembangunan saat ini berada di kementerian dan lembaga melalui APBN.

“Karena itu sinergi dengan pelaku jasa konstruksi menjadi penting, agar program pembangunan bisa dirancang lebih efektif dan berkelanjutan,” katanya. 

Meski menghadapi keterbatasan fiskal, Reny memastikan Pemprov Sulawesi Tengah tetap memprioritaskan program-program pro rakyat melalui sembilan program unggulan 9 Berani, khususnya Berani Cerdas dan Berani Sehat.

Program Berani Cerdas, kata dia, telah menyalurkan beasiswa kepada lebih dari 23 ribu mahasiswa Sulawesi Tengah, termasuk mahasiswa kedokteran yang membutuhkan biaya pendidikan besar.

Sementara itu, Berani Sehat memastikan seluruh warga Sulawesi Tengah tetap mendapatkan layanan kesehatan meski tidak memiliki BPJS aktif.

“Sudah lebih dari 135 ribu pasien yang kita layani. Bahkan ratusan pasien kanker yang sebelumnya tidak tertangani kini bisa berobat hingga sembuh,” ungkap Reny.

Menurutnya, program sosial tersebut tetap dijalankan seiring upaya pemerintah membangun infrastruktur secara bertahap dan terukur.

Ketua BPD GAPENSI Sulawesi Tengah Salmah Rahman menilai Rakerda menjadi momentum strategis bagi GAPENSI untuk memperkuat kesiapan menghadapi dinamika regulasi jasa konstruksi.

Ia menegaskan, GAPENSI siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan visi Sulteng Nambaso.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Radar Palu #APBD Sulteng #program Berani Sulteng #infrastruktur Sulawesi Tengah #GAPENSI Sulteng #Rakerda GAPENSI 2026