RADAR PALU - Pertemuan media dan legislatif tak selalu soal agenda resmi. Di DPRD Sulawesi Tengah, dialog justru mengalir dari pengalaman lapangan hingga peran media dalam menjaga denyut aspirasi warga.
Itulah yang mengemuka saat jajaran manajemen Radar Palu Jawa Pos Group bersilaturahmi dengan Komisi III DPRD Sulteng, Senin (9/2/2026).
Rombongan Radar Palu dipimpin Direktur Radar Palu, Murtalib, dan diterima anggota Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Marten Tibe, di ruang kerjanya.
Suasana pertemuan berlangsung santai. Namun pembahasan menyentuh isu-isu strategis, terutama terkait pembangunan daerah dan pelayanan publik di Sulawesi Tengah.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak menekankan pentingnya sinergi antara media dan legislatif. Media dipandang memiliki fungsi kontrol sosial, sementara DPRD berperan sebagai representasi suara masyarakat.
Sinergi yang sehat dinilai menjadi kunci agar aspirasi warga tidak hanya berhenti di ruang diskusi, tetapi juga sampai ke publik dan menjadi pertimbangan kebijakan.
Marten Tibe berbagi pengalaman selama menjalani masa reses. Ia menyebut, banyak persoalan masyarakat yang membutuhkan respons cepat dan kerja bersama lintas peran.
“Saat reses, kita banyak mendengar langsung keluhan dan harapan warga. Tantangannya bagaimana aspirasi itu tidak berhenti di catatan, tapi benar-benar ditindaklanjuti,” ujar Marten.
Menurut politisi Partai Gerindra ini, media memiliki posisi strategis dalam menyampaikan persoalan di lapangan secara berimbang.
“Kalau komunikasinya berjalan baik, masalah yang ada bisa diketahui lebih luas dan mendorong solusi bersama,” katanya.
Direktur Radar Palu, Murtalib, mengapresiasi keterbukaan Komisi III DPRD Sulteng dalam membangun komunikasi dengan media.
Ia menegaskan, meski memiliki peran berbeda, media dan legislatif memiliki tujuan yang sama, yakni kepentingan masyarakat.
“Kolaborasi yang sehat penting untuk menjaga kualitas demokrasi di daerah,” ujar Murtalib.
Ia menambahkan, Radar Palu berkomitmen menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional dan berimbang, sekaligus menjadi ruang penyampai aspirasi publik.
“Kami ingin media hadir sebagai mitra kritis yang konstruktif, bukan sekadar menyampaikan informasi, tapi ikut mendorong perbaikan,” katanya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal penguatan komunikasi dan kerja sama berkelanjutan antara Radar Palu dan DPRD Sulawesi Tengah.***
Editor : Muhammad Awaludin