RADAR PALU - Pasar kerja Sulawesi Tengah menunjukkan perbaikan menjelang akhir 2025. Tingkat Pengangguran Terbuka tercatat menurun, meski dengan laju yang masih terbatas.
Data ini dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah dalam Berita Resmi Statistik, Kamis (5/2/2026).
BPS Sulawesi Tengah mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada November 2025 sebesar 2,89 persen. Angka ini turun 0,03 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
Rilis tersebut disampaikan Kepala BPS Sulawesi Tengah, Daryanto, dan dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setprov Sulteng, Rudi Dewanto, di kantor BPS.
Penurunan pengangguran terjadi seiring bertambahnya jumlah angkatan kerja. Hingga November 2025, angkatan kerja tercatat 1.708,49 ribu orang, meningkat sekitar 5,94 ribu orang dari periode sebelumnya.
Jumlah penduduk bekerja juga naik menjadi 1.659,11 ribu orang, atau bertambah 6,26 ribu orang. BPS menilai geliat pemulihan ekonomi mulai tercermin pada penyerapan tenaga kerja.
Dari sisi lapangan usaha, sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menjadi penyerap tenaga kerja terbesar. Sektor ini menambah sekitar 16,14 ribu pekerja.
Industri Pengolahan juga mencatatkan peningkatan dengan tambahan 9,61 ribu tenaga kerja. Namun tidak semua sektor bergerak positif.
Perdagangan Besar dan Eceran justru mengalami penurunan jumlah pekerja paling besar, yakni berkurang 12,87 ribu orang. Sektor Pendidikan menyusul dengan pengurangan sekitar 9,92 ribu orang.
BPS juga mencatat perubahan pola pengangguran berdasarkan pendidikan. Lulusan Diploma I/II/III menjadi kelompok dengan TPT tertinggi, mencapai 8,45 persen.
Angka ini melampaui lulusan SMK yang mencatat TPT sebesar 7,09 persen. Sementara lulusan perguruan tinggi berada di level 1,60 persen.
Penduduk berpendidikan SD ke bawah masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran terendah, yakni 1,44 persen.
Meski jumlah pekerja bertambah, struktur ketenagakerjaan Sulawesi Tengah masih didominasi sektor informal. Sebanyak 64,23 persen penduduk bekerja berada di sektor ini.
Adapun pekerja formal mencapai 35,77 persen, naik tipis 0,34 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
Dari sisi partisipasi, kesenjangan gender masih terlihat. Tingkat partisipasi angkatan kerja laki-laki mencapai 87,01 persen, sementara perempuan berada di 57,03 persen.***
Editor : Muhammad Awaludin