Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Kamera Jebak Ungkap Babirusa dan Babi Kutil Masih Bertahan di Tanjung Api

Mugni Supardi • Rabu, 4 Februari 2026 | 12:00 WIB
BKSDA mengungkap keberadaan populasi Babirusa (Babyrousa celebensis) dan Babi Kutil Sulawesi (Sus celebensis) yang masih bertahan di kawasan Cagar Alam (CA) Tanjung Api.
BKSDA mengungkap keberadaan populasi Babirusa (Babyrousa celebensis) dan Babi Kutil Sulawesi (Sus celebensis) yang masih bertahan di kawasan Cagar Alam (CA) Tanjung Api.

RADAR PALU - Harapan bagi kelestarian satwa endemik Sulawesi kembali menyala.

Setelah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah mengungkap keberadaan populasi Babirusa (Babyrousa celebensis) dan Babi Kutil Sulawesi (Sus celebensis) yang masih bertahan di kawasan Cagar Alam (CA) Tanjung Api, berdasarkan hasil dokumentasi kamera jebak (camera trap).

Pendokumentasian tersebut dilakukan oleh mahasiswa peneliti dari Universitas Gorontalo dan Universitas Islam Makassar, dengan pendampingan petugas BKSDA Sulteng serta dukungan IUCN SSC Wild Pig Specialist Group (WPSG).

Temuan ini menjadi kabar penting di tengah ancaman African Swine Fever (ASF) yang melanda Indonesia pada periode 2023–2024.

BKSDA Sulteng menilai, keberlangsungan hidup babirusa dan babi kutil di kawasan tersebut tidak lepas dari kondisi ekosistem CA Tanjung Api yang relatif terisolasi secara alami, sehingga memberi perlindungan tambahan dari penyebaran wabah penyakit. Keutuhan habitat dinilai berperan besar menjaga keseimbangan populasi satwa liar.

Tak hanya itu, kamera jebak juga merekam kehadiran sejumlah satwa endemik dan dilindungi lainnya, seperti Burung Maleo, Musang Sulawesi, Monyet Hitam Sulawesi, Tarsius, Kuskus Beruang, hingga Delimukan Sulawesi.

Rangkaian temuan ini menegaskan pentingnya kawasan konservasi sebagai benteng terakhir keanekaragaman hayati Sulawesi.

Respons positif pun mengalir dari masyarakat. Warganet akun @bangipul21 menyampaikan apresiasi singkat dengan emotikon hati, sementara @sayaul_am menuliskan harapan, “tetap lestariii ❤️????.”

Komentar lain datang dari @andi_maruf_saehana yang menyebut keberhasilan ini sebagai hasil metodologi yang tepat dan penggunaan alat yang mumpuni. “The right methodology and capable tools will produce data with extraordinary accuracy,” tulisnya.

Ucapan serupa disampaikan @inyomanardika3, “Wao keren salam lestari,” serta @markokomarudin yang berharap kelestarian satwa terus terjaga.

BKSDA Sulteng menegaskan, temuan ini menjadi pengingat bahwa masa depan satwa endemik Sulawesi sangat bergantung pada komitmen kolektif seluruh pihak dalam menjaga kawasan konservasi.

Kolaborasi antara peneliti, pemerintah, dan masyarakat dinilai krusial untuk memastikan habitat tetap lestari dan satwa liar dapat bertahan di alamnya.(*)

 

Editor : Mugni Supardi
#Babi Kutil Sulawesi #camera trap #Babirusa Sulawesi #konservasi satwa #ASF #BKSDA Sulteng #satwa endemik Sulawesi #Cagar Alam Tanjung Api