RADAR PALU - Produksi beras Sulawesi Tengah mencatat tren positif sepanjang 2025, seiring meluasnya area panen padi di berbagai wilayah.
Data menunjukkan kenaikan produksi yang konsisten dari awal hingga akhir tahun, dengan lonjakan paling terasa pada paruh kedua 2025.
Sepanjang 2025, produksi beras di Sulawesi Tengah meningkat 20,76 persen dibandingkan 2024.
Kenaikan ini sejalan dengan bertambahnya luas panen padi yang mencapai 198.290 hektare. Angka tersebut naik 25.690 hektare atau 14,88 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan luas panen terjadi di seluruh periode tanam. Pada subround I Januari–April, luas panen bertambah 9.864 hektare.
Kenaikan berlanjut pada subround II sebesar 5.430 hektare. Sementara subround III mencatat tambahan paling besar, yakni 10.400 hektare atau naik 14,58 persen dibandingkan periode yang sama 2024.
Dari sisi produksi, total padi sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 920.090 ton Gabah Kering Giling (GKG).
Jumlah itu meningkat 158.160 ton GKG atau 20,76 persen dibandingkan 2024. Kenaikan produksi tercatat merata di seluruh subround.
Subround III menjadi penyumbang kenaikan terbesar dengan tambahan produksi 67.700 ton GKG.
Jika dikonversikan, produksi padi tersebut setara dengan 543.110 ton beras, naik 93.360 ton dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan Survei Kerangka Sampel Area (KSA) Desember 2025, potensi produksi padi pada Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 124.800 ton GKG.
Angka tersebut setara dengan sekitar 78.980 ton beras, yang memberi gambaran awal ketersediaan beras di awal 2026.
Secara nasional, peningkatan produksi padi di sejumlah daerah menjadi perhatian pemerintah dalam menjaga pasokan beras dan stabilitas pangan, terutama menjelang masa tanam dan panen awal 2026. ***
Editor : Muhammad Awaludin