Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Indonesia Bertahan di Tiga Besar Kakao Dunia, Sulteng Punya Potensi Besar

Muhammad Awaludin • Senin, 2 Februari 2026 | 11:17 WIB
Biji kakao kering menjadi bahan baku utama industri cokelat, dengan Indonesia dan Sulawesi Tengah termasuk wilayah produsen penting.
Biji kakao kering menjadi bahan baku utama industri cokelat, dengan Indonesia dan Sulawesi Tengah termasuk wilayah produsen penting.

RADAR PALU - Kakao masih menjadi komoditas strategis di pasar global, seiring tingginya permintaan industri cokelat dan produk turunannya di berbagai negara.

Di tengah peta persaingan dunia, Indonesia konsisten bertahan sebagai salah satu produsen kakao terbesar, dengan sejumlah daerah mulai menunjukkan potensi penguatan dari hulu hingga hilir. 

 

 

 

Biji kakao berasal dari pohon kakao dan telah dikonsumsi manusia selama ribuan tahun. Saat ini, kakao tidak hanya diolah menjadi cokelat, tetapi juga menghasilkan mentega kakao yang dimanfaatkan dalam industri pangan hingga perawatan tubuh. 

Tanaman kakao pertama kali dibudidayakan di kawasan Amerika Tengah sebelum menyebar ke berbagai belahan dunia. Popularitasnya terus meningkat seiring konsumsi cokelat global yang tetap tinggi.

Di Amerika Serikat saja, konsumsi cokelat tercatat mencapai sekitar 2,8 miliar pon per tahun, menjadikan pasokan kakao sebagai kebutuhan penting industri. 

Sejumlah negara menjadi produsen utama kakao dunia. Pantai Gading (Côte d’Ivoire) masih memimpin dengan kontribusi sekitar 30 persen produksi global. Banyak merek cokelat ternama dunia mengandalkan pasokan dari negara Afrika Barat tersebut.

Ghana menyusul di posisi kedua. Sektor kakao berperan besar dalam perekonomian nasionalnya, meski dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan biaya operasional yang memicu praktik penyelundupan lintas negara. 

Indonesia berada di posisi ketiga dunia. Meski relatif baru mengembangkan industri kakao secara masif sejak dekade 1980-an, produksi nasional terus tumbuh dan menempatkan Indonesia sebagai pemain penting di pasar global.

Data World Population Review mencatat, produksi kakao Indonesia mencapai sekitar 641,7 ribu ton per tahun, hanya terpaut tipis dari Ghana yang berada di posisi kedua dengan 653,7 ribu ton.

Ekuador dan Brasil melengkapi lima besar produsen kakao dunia, masing-masing dengan produksi sekitar 375,7 ribu ton dan 296,1 ribu ton.

Di tingkat daerah, potensi kakao juga terlihat di Sulawesi Tengah. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah mencatat produksi biji kakao daerah ini mencapai 130.850 ton pada 2023.

Angka tersebut ditargetkan meningkat menjadi 174.432 ton pada 2025. Peningkatan produksi ini dinilai membuka peluang besar bagi pengembangan industri olahan cokelat di Sulawesi Tengah.

Secara nasional, kakao menjadi salah satu komoditas perkebunan yang didorong untuk masuk ke tahap hilirisasi. Pemerintah mendorong daerah penghasil, termasuk Sulawesi Tengah, agar tidak hanya fokus pada produksi bahan baku, tetapi juga pengembangan industri pengolahan bernilai tambah.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Indonesia produsen kakao #Radar Palu #industri cokelat #Pantai Gading #produksi kakao dunia #kakao Sulawesi Tengah