RADAR PALU – Kemarau yang berlangsung sejak awal tahun mulai terasa dampaknya di Parigi Moutong. Warga Desa Jono Kalora, Kecamatan Parigi Barat, menghadapi kesulitan air bersih akibat kekeringan yang masih berlangsung hingga awal Februari.
Minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir membuat sumber air warga menyusut, bahkan mengering. Kondisi ini memengaruhi ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan kekeringan terjadi di Dusun 2 dan Dusun 3 Desa Jono Kalora. Laporan resmi diterima pada Minggu (1/2/2026) pukul 22.35 WITA.
Kekeringan dipicu kemarau panjang sejak awal Januari 2026. Debit Sungai Jono Kalora yang selama ini menjadi sumber utama air masyarakat terus menurun hingga tidak lagi mencukupi kebutuhan warga.
Dampaknya, sebanyak 140 kepala keluarga (KK) di Dusun 2 dan 130 KK di Dusun 3 terdampak langsung keterbatasan air bersih.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Asbudianto, S.T., M.Si., menyampaikan tidak terdapat korban jiwa maupun pengungsian akibat kejadian tersebut.
“Pengungsi nihil. Namun kekeringan masih berlangsung dan membutuhkan penanganan lanjutan,” ujarnya dalam laporan resmi.
Saat ini, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama BPBD Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan asesmen awal dan koordinasi untuk penanganan di lokasi terdampak.
BPBD juga mencatat sejumlah kebutuhan mendesak, antara lain pasokan air bersih, pendistribusian air menggunakan mobil tangki, serta penyediaan tandon atau penampungan air sementara bagi warga.
Editor : Muhammad Awaludin