RADAR PALU - Di tengah ritme kerja pemerintahan yang padat, jajaran pejabat Sulawesi Tengah mengambil jeda yang tidak biasa. Selama tiga hari, mereka berkumpul di Masjid Raya Baitul Khairaat, Kota Palu, untuk sebuah retret keagamaan.
Bukan sekadar agenda seremonial, kegiatan ini dirancang sebagai ruang hening—tempat refleksi sekaligus penguatan nilai sebelum kembali menghadapi urusan publik yang kompleks.
Retret yang digelar atas inisiatif Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid itu telah memasuki hari kedua, Sabtu (31/1/2026). Seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) mengikuti rangkaian kegiatan sejak Jumat hingga Minggu.
Kepala Dinas Pendidikan Sulteng, Firmanza Dg Parebba, menyebut kegiatan ini fokus pada penguatan spiritual pejabat daerah. Materi disampaikan secara mendalam, mulai dari ceramah keagamaan hingga pembahasan praktik ibadah sehari-hari.
Pendalaman shalat menjadi salah satu sesi utama. Bahkan, Surah Al-Fatihah dibahas secara khusus dalam waktu panjang sebagai fondasi ibadah.
Selain sesi internal, para peserta juga diajak berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Pejabat dan staf yang berada di wilayah Palu diarahkan untuk shalat berjamaah bersama warga, terutama pada waktu Magrib.
Menurut Firmanza, kebersamaan tersebut menciptakan suasana yang lebih cair antara pejabat dan masyarakat. Masjid menjadi titik temu, bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga ruang sosial.
Inspektur Daerah Sulteng, Fahruddin Yambas, menilai retret ini memberi kesempatan bagi pejabat untuk menguji cara berkomunikasi dan membangun kedekatan dengan publik dalam suasana nonformal.
Ia juga memastikan seluruh peserta mengikuti kegiatan dalam kondisi prima. Pengaturan waktu istirahat dan fasilitas penunjang dinilai cukup sehingga agenda berjalan tanpa kendala kesehatan.
Agenda malam diisi dengan rangkaian ibadah, termasuk shalat tasbih dan tahajud, serta ceramah dari tokoh Alkhairaat dan Gubernur Sulawesi Tengah.***
Editor : Muhammad Awaludin