RADAR PALU - Para jamaah dari Kabupaten Buol dan wilayah sekitarnya menghadiri Tabligh Akbar yang diselenggarakan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung At-Tafakur Buol bekerja sama dengan GSB, bertempat di Masjid Agung At-Tafakur Buol, Kamis (29/01/2026).
Kegiatan ini turut didukung oleh Tim Rahmatan Lil ‘Alamin bersama para sponsor. Tabligh Akbar tersebut menjadi bagian dari ikhtiar penguatan nilai-nilai keagamaan sekaligus kegiatan spiritual masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan.
Dalam sambutannya, Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo menyampaikan, Ramadan merupakan momentum istimewa yang sarat dengan nilai ampunan, rahmat, dan pembebasan dari api neraka.
Menurutnya, Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai ritual ibadah semata, tetapi juga sebagai sarana memperbaiki diri dan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Bupati Buol berharap melalui Tabligh Akbar tersebut, masyarakat dapat menambah wawasan keagamaan, memperdalam ilmu agama, serta mempersiapkan hati dan jiwa untuk menyambut Ramadhan dengan penuh keimanan dan ketakwaan.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan kepedulian sosial, memperkuat persaudaraan, dan menjaga persatuan di daerah.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai bulan yang ramah, penuh kedamaian, serta menjauhkan diri dari segala bentuk perpecahan. Semoga dengan semangat Ramadan, daerah kita senantiasa diberkahi Allah SWT, masyarakatnya hidup rukun, damai, dan sejahtera,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan penceramah utama ustadz Ruslan Demanto, S.Th.I, yang merupakan Direktur Rumah Tahfizh Qur’an Darul Khairat Gorontalo.
Kehadiran penceramah diharapkan memberikan motivasi dan bekal rohani bagi umat Muslim di Kabupaten Buol dalam menjalankan ibadah Ramadan yang tak lama lagi.
Kabupaten Buol memandang kegiatan keagamaan seperti ini sebagai bagian penting dalam membangun karakter masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia, sejalan dengan program Buol Agamis, dalam upaya mewujudkan kehidupan sosial yang rukun dan kondusif di daerah.(*/mch)
Editor : Muchsin Siradjudin