Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

DP3A Sigi Targetkan Predikat Madya Kabupaten Layak Anak, Peran Karsa Institute Dinilai Strategis

Angel Sumbara • Kamis, 29 Januari 2026 | 16:59 WIB


TARGETKAN: Kadis DP3A sigi Pemkab Sigi, Noviani Korowu, menyampaikan target Pemkab Sigi untuk predikat layak anak, Kamis (29/1/2026).(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).
TARGETKAN: Kadis DP3A sigi Pemkab Sigi, Noviani Korowu, menyampaikan target Pemkab Sigi untuk predikat layak anak, Kamis (29/1/2026).(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).

RADAR PALU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, menargetkan peningkatan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) dari kategori Pratama menjadi Madya pada tahun ini.

Target tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sigi, Noviani Koruwu, saat menghadiri Workshop Pembelajaran (Lesson Learned) Implementasi Program WE NEXUS di Kabupaten Sigi, pada Kamis (29/1/2026).

Noviani menjelaskan, untuk mencapai predikat Madya, pemerintah daerah harus memenuhi 24 indikator KLA, salah satunya adalah Sekolah Ramah Anak.

“Dalam mencapai target ini, ada sekitar 24 indikator yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah sekolah ramah anak,” ungkap Noviani.

Menurutnya, pemenuhan indikator tersebut tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Karena itu, Pemkab Sigi terus menjalin kerja sama dengan berbagai mitra, termasuk Karsa Institute dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (NGO) lainnya.

Ia mengapresiasi keterlibatan Karsa Institute yang selama kurang lebih dua tahun terakhir dinilai aktif mendukung program-program pemerintah daerah dan sejalan dengan visi dan misi Pemkab Sigi periode 2025–2029, khususnya misi kedua yakni mewujudkan sumber daya manusia yang sejahtera.

“Perempuan, pemuda, dan anak merupakan bagian penting dari sumber daya manusia. Melalui Program WE NEXUS, peningkatan kapasitas perempuan dan pemuda sangat terasa dan memberi dampak positif,” ujarnya.

Noviani mengaku bangga dengan capaian Program WE NEXUS meski saat ini baru dilaksanakan di tiga kecamatan dan enam desa di Kabupaten Sigi. Berbagai kegiatan telah dilakukan, mulai dari pelatihan peningkatan kapasitas perempuan, pelatihan public speaking, hingga penguatan pemahaman gender.

“Selama kurang lebih dua tahun, capaian peningkatan kapasitas perempuan dan pemuda cukup signifikan. Ini tentu berdampak langsung pada kualitas keluarga, terutama dalam meningkatkan pengetahuan dan peran perempuan yang selama ini kerap dikaitkan dengan kelompok rentan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Noviani menegaskan bahwa kehadiran Karsa Institute dalam mendukung Kabupaten Layak Anak merupakan bagian dari indikator kinerja pemerintah daerah. Ia juga menyebut kolaborasi DP3A dan Karsa Institute dalam pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sekolah Ramah Anak sebagai kontribusi nyata di lapangan.

“Kami mengikuti langsung bimtek yang dilaksanakan di SMP 15 Desa Pesaku. Kontribusi paling konkret dalam KLA adalah pembentukan dan bimtek sekolah ramah anak,” katanya.

Berdasarkan data DP3A Kabupaten Sigi, hingga saat ini sudah terdapat delapan sekolah yang telah mendapatkan pendampingan sebagai sekolah ramah anak.

“Itu yang benar-benar konkret dan kami rasakan manfaatnya dari teman-teman Karsa,” tambahnya.

Noviani berharap program serupa dapat terus dilanjutkan dan diperluas cakupannya, tidak hanya terbatas di tiga kecamatan, tetapi menjangkau kecamatan lainnya di Kabupaten Sigi.

“Sekolah ramah anak ini hanya satu dari 24 indikator KLA. Karena itu, kami berharap kolaborasi dengan Karsa Institute dan mitra lainnya semakin diperkuat agar target peningkatan predikat KLA dari Pratama ke Madya bisa tercapai,” pungkasnya.(gel)

 


  

Editor : Muchsin Siradjudin
#Mendukung program pemerintah #Meningkatkan kapasitas #Bimtek ramah anak #Dirasakan manfaatnya