Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Gubernur Sulteng Wanti-wanti Karhutla, Pantai Timur Disebut Rawan Terbakar saat Cuaca Panas

Muhammad Awaludin • Kamis, 29 Januari 2026 | 07:38 WIB
imbauan gubernur Sulteng cegah kebakaran hutan
imbauan gubernur Sulteng cegah kebakaran hutan

RADAR PALU — Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengimbau seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meningkat seiring masuknya musim kemarau. Imbauan tersebut disampaikan melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi Sulawesi Tengah.

Gubernur menegaskan bahwa pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan kesadaran kolektif masyarakat. Salah satu perhatian utama adalah larangan membuka lahan dengan cara dibakar, karena praktik tersebut berisiko memicu kebakaran besar yang sulit dikendalikan. 

 

 

 

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak membakar sampah di sekitar kawasan perkebunan, hutan, maupun permukiman. Api kecil yang dibiarkan tanpa pengawasan dapat dengan cepat membesar, terutama saat cuaca panas disertai angin kencang.

Gubernur juga mengingatkan bahaya membuang puntung rokok yang masih menyala secara sembarangan. Kebiasaan tersebut kerap menjadi pemicu kebakaran, khususnya di wilayah yang memiliki semak kering dan vegetasi mudah terbakar. 

“Partisipasi masyarakat sangat menentukan keberhasilan pencegahan karhutla. Jika melihat adanya indikasi kebakaran hutan dan lahan di sekitar, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang,” demikian imbauan Gubernur.

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) juga membuka jalur pelaporan bagi masyarakat guna mempercepat respons apabila muncul titik api. 

Terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, mengungkapkan bahwa wilayah Parigi Moutong, khususnya kawasan pantai timur Sulawesi Tengah, saat ini masuk dalam daerah rawan kebakaran hutan dan lahan akibat cuaca panas yang berkepanjangan.

“Wilayah Parigi, terutama di kawasan pantai timur, belakangan ini cukup sering terjadi kebakaran hutan dan lahan. Salah satu pemicunya adalah suhu panas yang tinggi sehingga vegetasi menjadi sangat kering dan mudah terbakar,” ujar Asbudianto.

Pemerintah daerah berharap, dengan meningkatnya kewaspadaan dan keterlibatan masyarakat, potensi karhutla di Sulawesi Tengah dapat ditekan, sekaligus melindungi lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas ekonomi warga.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Radar Palu #parigi moutong rawan api #cuaca panas sulteng #pencegahan karhutla #karhutla sulawesi tengah #BPBD Sulteng