Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Ozon Menurun, Lingkungan Tertekan, SPAG Lore Lindu Bariri Rilis Rekomendasi Hadapi Iklim 2026

Mugni Supardi • Selasa, 27 Januari 2026 | 16:04 WIB
SPAG Lore Lindu Bariri merilis sejumlah rekomendasi menghadapi iklim 2026. Pada sektor kebencanaan, kewaspadaan terhadap potensi banjir dan longsor perlu ditingkatkan, terutama pada awal tahun.
SPAG Lore Lindu Bariri merilis sejumlah rekomendasi menghadapi iklim 2026. Pada sektor kebencanaan, kewaspadaan terhadap potensi banjir dan longsor perlu ditingkatkan, terutama pada awal tahun.

RADAR PALU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri mencatat dinamika signifikan pada kondisi atmosfer dan lingkungan Sulawesi Tengah sepanjang 2025, mulai dari penurunan lapisan ozon, paparan radiasi matahari, hingga kualitas air hujan. Kondisi tersebut menjadi dasar penyusunan rekomendasi menghadapi iklim tahun 2026.

Data dari SPAG Lore Lindu Bariri, pemantauan Total Column Ozon (TCO) menunjukkan tren penurunan pada kuartal akhir 2025. Nilai terendah tercatat pada November sebesar 233,10 unit, turun signifikan dibanding puncak Februari yang mencapai 258,55 unit.

Penurunan ini berpotensi meningkatkan paparan radiasi ultraviolet, meski masih berada dalam ambang aman.

Di sisi lain, SPAG Lore Lindu Bariri juga mencatat radiasi matahari sepanjang 2025 relatif lebih stabil dibanding 2024. Radiasi global dan difus terpantau konsisten, sementara indeks UV-A dan UV-B berada pada level rendah.

Namun, kombinasi radiasi dengan suhu udara yang lebih hangat tetap meningkatkan risiko kesehatan, terutama dehidrasi dan stress panas.

Kondisi lingkungan juga tercermin dari kualitas air hujan. Di wilayah Bariri, Kabupaten Poso, hasil pemantauan menunjukkan nilai pH air hujan dominan berada di bawah 5,6, ambang batas hujan asam. Sementara itu, daya hantar listrik relatif stabil, mengindikasikan kandungan mineral terlarut yang tidak terlalu fluktuatif, namun tetap memerlukan pengawasan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, SPAG Lore Lindu Bariri merilis sejumlah rekomendasi menghadapi iklim 2026.

Misalnya pada sektor kebencanaan, kewaspadaan terhadap potensi banjir dan longsor perlu ditingkatkan, terutama pada puncak musim hujan awal tahun.

Di sektor pertanian, penyesuaian kalender tanam dan antisipasi stress panas tanaman menjadi kunci ketahanan pangan. Sementara pada sektor kesehatan dan lingkungan, pengendalian kualitas udara serta edukasi dampak panas ekstrem dinilai semakin penting.(acm)

Editor : Mugni Supardi
#Iklim Sulawesi Tengah 2026 #Kualitas air hujan BMKG #Total Column Ozon BMKG #BMKG Climate Outlook 2026 #Radiasi UV Sulawesi Tengah #Penurunan ozon Sulawesi Tengah #Adaptasi perubahan iklim daerah #Rekomendasi iklim BMKG #Dampak perubahan iklim Sulteng